10 Pengganggu Kesuburan Pria

10 Pengganggu Kesuburan Pria

Istri yang sayang pada suami tentu akan membantu mencari solusi atas kekurangsuburannya. Bukan malah menjadikan kelemahan suaminya sebagai bahan pertengkaran, yang justru bisa mendorong terjadinya keretakan dalam rumah tangga. Coba teliti kesehariannya. Jika gaya hidupnya cenderung memperburuk kesuburannya, mintalah suami untuk mengubahnya agar kesempatan konsepsi bisa maksimal. Berikut ini kutipan MI.com dari Vitabiotics Wellman Conception menyebutkan faktor-faktor pengganggu kesuburan lelaki :

  1. Alkohol

Alkohol menurunkan jumlah sperma lelaki, bahkan ketika hanya diminum dalam jumlah sedikit. Karena itu, minta suami untuk menghindarinya.

  1. Waktu Premium

Penelitian menunjukkan, jumlah sperma lelaki lebih tinggi pada pagi hari. Itu sebabnya, anda disarankan untuk bercinta di waktu premium tersebut.

  1. Temperatur

Lelaki memiliki jumlah sperma lebih tinggi bila alat kelamin berada pada suhu dingin. Jadi jauhkan suami dari kolam air panas, mandi air panas, dan pakaian ketat. Ikuti pola nasehat kuno untuk menghindari sauna atau lingkungan panas lainnya seperti bantalan pemanas, dan selimut listrik. Suhu panas dapat menyebabkan testikel menjadi terlalu panas, sehingga menurunkan jumlah sperma.

  1. Merokok

Hentikan kebiasaan pasangan menghisap rokok. Merokok telah terbukti mengurangi baik jumlah sperma maupun motilitas sperma.

  1. Diet

Jika lelaki kekurangan gizi atau tidak mendapatkan cukup makanan dan nutrisi yang tepat, jumlah spermanya dapat menurun. Sejumlah nutrisi penting, misalnya zinc, selenium dan asam folat memainkan peran sangat penting dalam kesehatan reproduksi laki-laki. Semua nutrisi tersebut dapat ditemukan dalam berbagai makanan dan suplemen.

  1. Workaholic

Kelelahan dapat berdampak pada menurunnya nafsu seksual pada lelaki. Jadi sangat penting bagi suami untuk mencoba dan menemukan keseimbangannya.

  1. Faktor Lingkungan

Hindari berbagai racun lingkungan dan zat berbahaya, termasuk pestisida/ insektisida, pelarut organik, timah, radiasi ionisasi, logam berat dan bahan kimia beracun.

  1. Obat-obatan

Sejumlah kecil ganja sudah dapat menurunkan sperma, memperburuk kecepatan sperma, serta meningkatkan resiko kelainan sperma.

  1. Olahraga

Laporan Reproductive Medicine menyebutkan, olahraga teratur (lima kali seminggu paling sedikit 45 menit) serta pola makan yang sehat dapat meningkatkan kesuburan dengan cara menjaga berat badan pada tingkat normal dan menghilangkan stress serta kecemasan. Namun sebaiknya mengganti olahraga bersepeda dengan berlari di atas treadmill. Sebab gedoran berulang dari pangkal paha ke kursi sepeda bisa merusak arteri saraf kritis. Gesekan dapat meningkatkan suhu testis dan mungkin memperburuk jumlah sperma.

  1. Ponsel

Menurut penelitian oleh para ilmuwan di Hungaria, lelaki yang menyimpan ponsel yang diaktifkan di dalam saku celana atau di ikat pinggang , secara signifikan mengalami penurunan jumlah sperma dan resiko kesuburan mereka hingga sepertiga. Selain itu, motilitas sperma dapat terpengaruh oleh panggilan telepon yang panjang.

(sumber : Puspa Edisi April 2011)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *