Akomodir Kebutuhan Warga Surabaya, BKKBN Buka Pusyan Gatra II di Tandes

Akomodir Kebutuhan Warga Surabaya, BKKBN Buka Pusyan Gatra II di Tandes

Setelah membuka Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Pusyan Gatra) di Jl. Airlangga Surabaya, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur akan membuka Pusyan Gatra II di Surabaya yang berlokasi di Tandes. Pembukaan yang akan dilaksanakan pada Kamis (02/10) tersebut akan diresmikan secara langsung oleh Sekretaris Utama BKKBN, Ir. Ambar Rahayu, MNS. Hadirnya Pusyan Gatra di Tandes ini diharapkan akan semakin mengakomodir kebutuhan warga Surabaya untuk mendapatkan konseling dan konsultasi tentang Keluarga Berencana (KB) yang berdomosili lebih dekat dengan Tandes.
Di pusyan gatra Tandes, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD, Implant dan MOP/Mow. Selain itu, pihak BKKBN juga menyediakan konseling tentang keluarga sejahtera dan konsultasi KB. Masyarakat tidak perlu khawatir untuk dipungut biaya atas jasa pelayanan yang diberikan karena semua ini kembali untuk masyarakat alias gratis.
Pusyan Gatra adalah sebuah wadah yang mensinergikan antara gerak pelayanan dan konseling program KB. Mulai dari persoalan balita, remaja yang membutuhkan pengetahuan dan penanganan persoalan keluarga dapat memanfaatkan pelayanan tersebut.  Pusyan Gatra merupakan sarana yang penting untuk diperhatikan. Pasalnya, keberadaan Pusyan Gatra membantu keluarga, remaja, dan kelompok kegiatan (Bina Keluarga Balita/BKB, Bina Keluarga Remaja/BKR, Bina Keluarga Lansia (BKL), UPPKS) dalam hal pelayanan dan informasi serta rujukan bagi permasalahan yang dihadapi keluarga. Lalu, sasaran utama Pusyan Gatra antara lain:
  1. Keluarga yang mempunyai balita, anak, remaja dan lansia
  2. Remaja dan pengelola PIK remaja/mahasiswa serta konselor remaja atau pendidik sebaya
  3. Pasangan Usia Subur (PUS) yang belum atau sudah ber-KB
  4. Keluarga yang mempunyai usaha atau kelompok UPPKS.
Pentingnya kehadiran Pusyan Gatra ini juga mengingat saat ini penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang masih rendah. Hal ini menjadi persoalan program KB selama ini. Bahkan, penggunaan alat kontrasepsi metode jangka pendek berkontribusi pada tingginya angka drop out atau putus pakai.   Hasil SDKI 2012 menunjukkan, peserta KB MKJP memiliki kecenderungan menurun dari 14,6% sejak 2002 menjadi 10,9% tahun 2007 dan 10,6% pada 2012. Melihat trend yang cenderung menurun setiap periode survei ini, sulit sekali mendapatkan akseptor MKJP. Tingginya angka putus KB berkontribusi pada meningkatnya laju pertumbuhan penduduk karena kelahiran.
Selain itu, saat ini begitu banyak kenakalan remaja yang terjadi. Seks bebas, narkoba bahkan HIV/AIDS menjadi momok bagi remaja yang harus ditangkal dengan sigap. Padahal, remaja merupakan aset berharga bangsa ini. Jika remaja tidak tumbuh secara berkualitas, maka masa depan bangsa juga akan menjadi taruhannya.
Oleh karena itu, peran serta berbagai elemen masyarakat dan juga sarana atau pra sarana yang memadai sangat dibutuhkan. Adanya pusyan gatra diharapkan mampu menjawab permasalahan yang ada tersebut sehingga bisa mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.
Sumber : ADPIN JATIM

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *