Angka Pernikahan Dini di Kota Blitar Meningkat

Angka Pernikahan Dini di Kota Blitar Meningkat

Minimya Pemahaman atau sosialisasi dari Pemkot Blitar, mengakibatkan angka pernikahan dini di kota blitar terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan disinyalir berbagai macam resiko mengancam pasangan muda yang nekad melangsungkan pernikahan Dini ini.

BAHKAN tingginya angka pernikahan Dini di kota Blitar disinyalirkan akibat tidak adanya informasi, atau upaya pemahaman yang dilakukan pemkot Blitar pada Kalangan Muda yang bersangkutan.

Keterangan ini seperti di sampaikan wakil ketua DPRD kota Blitar, M Syaiful Ma’arif, dengan sangat menyanyangkan nihilnya sosialisasi yang dilakukan utamanya oleh badan pemberdayaan masyarakat dan keluarga berencana (Bappemas dan KB) Kota Blitar, terkait dampak pernikahan dini yang berisiko tinggi terhadap masalah reproduksi ibu-ibu usia muda. “ serta tidak sedikit diantaranya yang berujung pada perceraian akibat faktor ekonomi,” kata M Syaiful Ma’arif, senin (28/2)kemarin.

Selain itu, menurutnya, satu diantara penyebab tingginya angka kematian ibu antara lain karena banyaknya perempuan yang menikah pada usia yang masih sangat muda atau saat mereka masih duduk di bangku SMP dan SMA, dimana secara fisik dan Mental mereka masih belum siap menjadi seorang ibu.

“Hal inilah yang harus menjadi perhatian serius pemkot Blitar guna menekan angka pernikahan dini yang masih menjadi trend d kota Blitar,” ujarnya.

Dikonfrimasikan hal ini kepada Kabid Keluarga Berencana Bappemas dan KB kota Blitar, Sri Hartatik menyampaikan terdapat empat hal negatif yang menjadi dampak pernikahan yang tidak diperhitungkan. “yakni terlalu dekatnya jarak kehamilan, terlalu muda menikah, terlalu tua dan terlalu banyak anak,” terangnya.

Bahkan diakuinya pernikahan dini sendiri sangat membahayakan terhadap proses reproduksi ibu, karena usianya yang masih terlalu muda. “selain itu dari data Bappemas dan KB Kota Blitar didapati banyaknya perempuan yang menikah pada usia muda, juga menjadi salah satu penyebab tingginya angka perceraian di Kota Blitar,” jelasnya lagi.

Sementara berdasarkan data Bappemas dan KB Kota Blitar menunjukkan angka pernikahan dini, atau usia kurang dari 20 tahun pada 2008 berjumlah 265 pasangan atau 23 persendari 1.100 lebih pernikahan, pada tahun 2009 jumlah pernikahan dini tercatat dilakukan sebanyak 254 pasangan atau 20% dari 1.200 lebih pernikahan di kota Blitar, dan pada tahun 2010 kemaren data Pemkot Blitar menunjukkan pernikahan Dini masih menjadi tren dengan sebanyak 225 pasanagn dari 1.100 lebih pernikahan .

Sumber: Bhirawa, Selasa 1 maret 2011,hal: 8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *