Apoteker Adakan Work Shop Kependudukan dan KB

Apoteker Adakan Work Shop Kependudukan dan KB

Untuk mengoptimalkan pelayanan KB di semua apotek di wilayah Jawa Timur serta dalam upaya meningkatkan pencatatan dan pelaporan pelayanan KB di Apotek, Perwakilan BKKBN Jawa Timur berkerjasama dengan  Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Timur telah melaksanakan Workshop Peran IAI dalam Pembangunan Kependudukan dan KB, bertempat di Gedung Lestari Kantor BKKBN Surabaya (24/11).

Workshop yang diikuti tidak kurang dari 130 apoteker dan SKPD KB se Jawa Timur itu dibuka oleh Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan, dan Informasi BKKBN Pusat Drs. Pristi Waluyo. Hadir dalam pembukaan serta meberikan sambutan Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Jatim Djuwartini, SKM, MM, Ketua IAI Prov. Jatim Drs. Totok Sudjianto, MM, Apt. Sebagai narasumber, Kabid KB KR Kustiyah Wardhani, SS, Sekretaris PD IAI Prov. Jatim Drs. Roby Sondak APT dan dari PKMI Jawa Timur dr. Tutuk.

Drs. Pristi Waluyo dalam pengarahannya memaparkan kebijakan pembangunan program kependudukan dan keluarga berencana Nasional tahun 2011. “Tugas dan fungsi BKKBN bertambah tidak hanya bertanggungjawab masalah KB namun juga aspek kependudukan,” ujar Drs. Pristi Waluyo. Untuk itu, imbuhnya, diperlukan upaya langkah kongkrit guna melaksanakan program KKB melaluii Grand Design Pembangunan Kependudukan & KB sebagai rancang bangun yang menjadi pedoman dan multi perspektifnya.

Dikatakan selanjutnya oleh Deputy Bidang Adpin bahwa Kebijakan dan Strategi BKKBN kedepan adalah menyerasikan dan mensosialisasikan kebijakan pengendalian penduduk. Meningkatkan pembinaan kesertaan dan kemandirian ber KB. Meningkatkan pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Menyediakan data dan informasi program KKB., Memantapkan dukungan manajemen program KB. Meningkatkan kualitas  SDM pengelola program KKB dan meningkatkan advokasi penggerakan masyarakat.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Jatim  mengatakan bahwa Pemerintah ingin membangkitkan kembali Program Keluarga Berencana, yang belakangan agak terseok-seok. “Besar harapan program KB dapat berjalan seperti semula. Untuk itu diperlukan kerja keras kita bersama untuk kembali merevitalisasi program KB, “ ujar Djuwartini, SKM, MM.

Masih menurut Djuwartini, SKM, MM semenjak beberaopa tahun kebelakang BKKBN telah menggandeng berbagai unsur untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kembali progoram KB.

“Peran Ikatan Apoteker sebagai pengelola apotek mempunyai fungsi strategis dalam tatanan pelayanan kesehatan terutama di daerah kota sebagai sarana untuk mendapatkan obat/alat kontrasepsi. Apotik mempunyai potensi yang dapat menunjang pelaksanaan program KB nasional” tegas Djuwartini.
Selanjutnya dikatakan, kegiatan pelayanan KB di apotek diatur berdasarkan kesepakatan-kesepakatan antara berbagai pihak yang berkepentingan, antara lain BKKBN dan Dinas Kesehatan. Bentuk pelayanan KB di apotik terdiri dari tiga kegiatan KIE, Pelayanan, Kontrasepsi dan Pencatatan Pelaporan.  (AT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *