Awal Mei, BKKBN Jatim Gelar Orientasi Pendataan Keluarga Bagi Manajer Desa

Orientasi Manager Desa Pendataan Keluarga 2015

Awal Mei, BKKBN Jatim Gelar Orientasi Pendataan Keluarga Bagi Manajer Desa

BKKBN Jatim – Setelah melaksanakan Training of Trainer (ToT) Pendataan Keluarga bagi Kepala UPT/Koordinator PLKB pada bulan April 2015 lalu, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar orientasi Pendataan Keluarga 2015 bagi Manajer Desa. Kegiatan dilaksanakan di masing-masing Kabupaten/Kota se-Jawa Timur serentak dimulai pada 4 Mei 2015.

Total se-Jawa Timur ada 2.720 Manajer Desa yang mengikuti orientasi. Satu kabupaten/kota mengadakan 1-4 angkatan dengan ketentuan satu angkatan diikuti 30 orang manajer desa. Hal ini guna mengefetktifkan orientasi yang diadakan. Pasalnya, mereka nantinya yang akan menularkan ilmu kepada kader pendata melalui orientasi yang diadakan bagi kader pendata.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang berbagai hal mengenai Pendataan Keluarga tahun 2015. Diantaranya, Manajemen Operasional, Manajemen Keuangan, Mekanisme Pendataan keluarga serta Praktek Pendataan Keluarga dan Pemetaan Keluarga.Tak lupa materi tentang Analisis, Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut juga diberikan kepada para peserta.

Saat pelaksanaan kegiatan, Tim Monitoring yang berasal dari staf Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur turun secara langsung melakukan monitoring di wilayah monitoring masing-masing. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan selama pelaksanaan kegiatan orientasi. Pertama, mengenai persiapan orientasi pendataan yang meliputi: Pengundangan, Pendaftaran, Penyusunan Tentatif, Rekapitulasi Hasil Pendataan, Penyiapan Saran dan Prasarana PBM, Penyediaan konsumsi, sarana orientasi, ketepatan dan kesesuaian jadwal acara, dokumentasi, spanduk, penggandaan materi. Selain itu, juga dilakukan pengamatan terhadap penyelenggaraan orientasi meliputi: kehadiran, kelengkapan peserta dan kelengkapan administrasi sesuai kegiatan.

Para peserta sangat antusias mengikuti orientasi yang dilaksanakan. Di Kabupaten Sidoarjo misalnya, para peserta tak menyiakan kesempatan orientasi yang juga dihadiri oleh tim monitoring tersebut. Pertanyaan yang dimunculkan beragam. Mulai dari studi kasus mengenai susunan keluarga yang tidak lengkap, hingga kendala yang dirasa dihadapi saat pelaksanaan Pendataan Keluarga yang dimulai pada 25 Mei 2015 mendatang.

Bahkan, antusiasme juga ditunjukkan oleh Pemkab Sidoarjo melalui rencana dukungan tambahan dana untuk penggandaan formulir Pendataan Keluarga 2015. “Kabupaten Sidoarjo berinisiatif untuk menggandakan formulir PK 2015 dengan menggunakan APBD karena ingin 100% warga di Sidoarjo terdata,” tutur Niluh Ketut Suwendri selaku Kasubbag. Perencanaan dan Pelaporan BPMPKB Sidoarjo.
Sumber: Bidang ADPIN BKKBN Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *