BKKBN Awali Pendataan Keluarga Pada Keluarga Pakde Karwo di Grahadi

BKKBN Awali Pendataan Keluarga Pada Keluarga Pakde Karwo di Grahadi

***Pendataan Keluarga Sebagai Acuan Data Basis KKBPK

 

Perwakilan BKKBN Prov Jatim mengawali pelaksanaan kegiatan Pendataan Keluarga 2014 di Grahadi.  Dua petugas pendata kader Petugas Pembantu Keluarga Berencana (PPKBD) Kota Surabaya Kecamatan Manyar, Pujiati dan Nurul Aini, didampingi Deputi Bidang KSPK  Dr. Sudibyo Alimoeso, MA dan Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Ir.  Dwi Listyawardani, M.Sc, Dip Com, Kepala Bappemas KB Kota Surabaya Ibu Nanis, serta Koordinator PLKB dari Kecamatan Manyar Dra. Elissinta diterima keluarga Pakde Karwo di ruang tamu gedung Negara Grahadi untuk pelaksanaan pendataan.

 

Adapun pertanyaan yang diajukan pendata yaitu tentang data anggota keluarga, keikutsertaan ber KB, umur menikah dll. Berdasarkan yang tertulis pada Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kesemua pertanyaaan tersebut dijawab dengan penuh keakraban oleh Bude dan Pakde Karwo dengan selingan humor yang mencairkan suasana.

 

“Data kependudukan ini sangat penting untuk data pembangunan dan bagaimana membuat strategi agar konsep dua anak cukup bisa terlaksana dengan baik” ujar Gubernur Jawa Timur Bapak Soekarwo usai pendataan kepada wartawan. Ditambahkan, data pertumbuhan penduduk sangat dipelukan untuk pembangunan ekonomi. Karena kalau pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi, maka pembangunan menjadi sia-sia, tak bisa dirasakan. Demikian pula data sekitar KB penting untuk strategi pelaksanan program KB oleh BKKBN.

 

“Saya harap seluruh rakyat Jawa Timur akan membantu pelaksanaan pendataan dan berpartisipasi  agar program ini sukses, dengan memberikan data yang benar” himbau Pakde Karwo.

 

Sementara itu Deputi Bidang KSPK Dr. Soedibyo Alimoeso mengatakan,  Pendataan Keluarga yang dilaksanakan BKKBN sejak tahun 1994 ini didasarkan pada Undang-Undang No. 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Lebih lanjut, dengan diterbitkannya UU No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, maka semakin jelas kebutuhan data dan informasi untuk memantau perkembangan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

 

“Tujuan pendataan keluarga ini  adalah guna memperoleh data basis keluarga dan anggota keluarga yang dapat digunakan untuk memberikan gambaran secara tepat dan menyeluruh mengenai keadaan di lapangan hingga tingkat kelurahan tentang pelaksanaan program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga” ujarnya. Ditambahkan, selain itu, adanya pendataan keluarga ini berguna untuk menghasilkan data dan informasi tentang data demografi, keluarga berencana, tahapan keluarga sejahtera dan anggota keluarga.

Dijelaskan, pada data demografi misalnya, akan bisa diketahui data jumlah kepala rumah tangga hingga jumlah jiwa dalam keluarga menurut jenis kelamin serta menurut kelompok umur tertentu, Usia Kawin Pertama. Kemudian, pada data keluarga berencana akan bisa diketahui data mulai dari jumlah Pasangan Usia Subur (PUS), Pasangan Usia Subur bukan peserta KB, kesertaan ber-KB, tempat dimana mendapat pelayanan KB . Lalu, data Tahapan Keluarga mulai Keluarga Pra Sejahtera hingga Jumlah Keluarga Sejahtera III Plus.

Perlu diketahui, kegiatan pendataan keluarga  sudah dilakukan sebanyak 18 kali sejak tahun 1994. Untuk tahun 2014, pelaksanaannya mulai 1 Juli s/d 30 September 2014. Dalam pelaksanaannya, akan dilakukan kunjungan kepada setiap keluarga dari rumah ke rumah melalui wawancara dan observasi oleh Kader Pendata, yang terdiri dari Kader Keluarga Berencana, Kader PKK, Guru, Karang Taruna, dan Pramuka yang dikoordinasi Perangkat Desa/Kelurahan setempat.

Pada tahap pelaksanaan pendataan akan dilakukan pengumpulan dan pengolahan data primer keluarga terlebih dahulu dari mulai tingkat RT dan RW hingga tingkat Kabupaten/Kota. Setelah itu, yang dilakukan oleh Kader Pendata adalah membuat peta keluarga yang dibuat di setiap RT. Terakhir, yang dilakukan adalah melakukan Bimbingan/Pengamatan, Monitoring/Supervisi. Hal ini bertujuan untuk memverifikasi dan sebagai validasi dari data yang telah dilaporkan dalam format R/I/KS.***(AT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *