BKKBN Gandeng DMI Provinsi Jatim

BKKBN Gandeng DMI Provinsi Jatim

Kerjasama antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Timur telah resmi dilaksanakan bersamaan dengan acara gebyar 1000 Posyandu Masjid Jawa Timur di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jumat ( 12/9 ).
Dengan kerja sama ini, secara operasional, BKKBN akan ikut menyukseskan pembentukan Posyandu di masjid-masjid di Jawa Timur. Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dwi Listyawardani mengatakan, BKKBN akan turut membantu berbagai kegiatan yang berhubungan dengan posyandu berbasis masjid.
“Jadi Posyandu itu merupakan sebuah wadah besar. Di dalamnya itu kegiatan-kegiatan kecil seperti Posyandu, BKB, Koperasi, Bina Keluarga Remaja, dan sebagainya. Nah dari sana BKKBN akan mempersiapkan kegiatan-kegiatan itu,”terangnya.
Dani, sapaan Dwi Lestyawardani, menambahkan, dengan menggandeng DMI Provinsi Jatim, ia berharap akses pelayanan di lingkungan masjid di wilayah Jatim akan lebih mudah dan berkualitas.
Lebih dari itu, kerja sama ini juga bertujuan untuk memberikan fasilitas kepada para pengurus masjid agar turut serta berperan dalam pelaksanaan pelayanan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ( BKKBN ).
Meski baru diresmikan, kerja sama antara BKKBN dan DMI Provinsi Jatim ternyata sudah berlangsung lama. Pada minggu lalu misalnya, dalam pertemuan DMI Provinsi Jatim, BKKBN telah memberikanpembekalan dasar kepada para pengurus DMI kabupaten/kota di Jatim.
“(Kerja sama) ini kemudian akan kita tindak lanjuti dengan pelatihan-pelatihan atau pembentukan-pembentukan kelompok yang akan dikelola oleh para takmir ( masjid ) beserta masyarakat di bawah pembinaan DMI Provinsi Jatim dan BKKBN ,” ujar Dani.
Dengan “bergandeng tangan” bersama DMI Provinsi Jatim, Dani berharap, BKKBN dapat menyukseskan prinsip yang selama ini dimiliki DMI, yakni memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid. “maksudnya, pada intinya, kami ingin ikut serta menyejahterakan masyarakat,” imbuhnya.
Bertumpu Pada Pengurus Masjid
Jika BKKBN berperan memfasilitasi segala bentuk kegiatan posyandu berbasis masjid, maka DMI Jatim memiliki peran yang lain. Ketua PW-DMI provinsi Jatim, Roziqi mengatakan, salah satu peran DMI Jatim adalah untuk menggerakan masyarakat agar turut serta dalam pelbagai kegiatan posyandu berbasis masjid.
Senada dengan Dani, Rosiqi pun mengaku kerja sama yang dibangun ini memiliki satu tujuan, yakni, menyejahterakan masyarakat melalui masjid. “jamaah-jamaah masjid kan banyak. Dari sana, kami mengadakan pembentukan posyandu yang berkaitan dengan, terutama kesejahteraan,” katanya.
Dani dan Rosiqi kerja sama dalam bidang posyandu ini kan berjalan dengan baik. “masjid kan sudah ada di mana-mana, takminya juga sudah ada. Jadi kita ( BKKBN ) tinggal mengisi saja sebenarnya. Intinya itu, kalau wadahnya suda ada dan diisi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, kegiatan itu akan bisa berjalan dengan lancar,” tutur Dani.
Sekedar untuk diketahui, posyandu berbasis masjid tak jauh berbeda dengan posyandu pada umumnya. Inti dari kegiatan yang merupakan akronim dari pos pemberdayaan keluarga ini merupakan wadah kegiatan untuk memperkuat fungsi-fungsi keluarga secara terpadu.
Namun, karena berbasis pada masjid, pada pengurus posyandu adalah para jamaah, takmir masjid, dan mereka yang berperan pada kegiatan masjid. “bentuk-bentuk kegiatannya sama,” tambah Rosiqi.
Selain, hal-hal diatas, kerja sama antara BKKBN dan DMI Jatim jug meliputi beberapa hal lain. Seperti, permintaan kepada para takmir masjid di Provinsi Jatim untuk melaksanakan pelayanan kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga ( BKKBN ) serta membantu mempromosikan manfaat KB bagi kesehatan ibu dan anak melalui media cetak atau elektronik.
Sumber : Harian Surya,bulan September 2014.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *