BKKBN Genre Action 2012 Anugerah Lomba Poster Nasional

BKKBN Genre Action 2012 Anugerah Lomba Poster Nasional

Genre Action Membangun Ruang Kreatif Bagi Anak Muda Berencana

Jakarta – BKKBN, (23/11/2012) — Dalam Peluncuran Laporan Situasi Kependudukan Dunia Tahun 2012 beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa jumlah penduduk dunia terus tumbuh dan telah mencapai 7 milyar. Sebanyak 1,2 miliar penduduk dunia atau hampir 1 dari lima orang di dunia berusia 10-19 tahun. Adapun, 900 juta orang di antaranya tinggal di negara berkembang. Di Indonesia sendiri, hasil sensus penduduk tahun 2010 menunjukkan 1 dari 4 orang penduduk Indonesia merupakan kaum muda berusia 10-24 tahun, dari  240 juta penduduk Indonesia, jumlah remaja terbilang besar, mencapai 63,4 juta atau sekitar 26,7 persen dari total penduduk. Dengan jumlah yang tidak sedikit, remaja Indonesia, mengahadapi berbagai persoalan dalam kehidupan dunia remaja.

Persoalan yang mengemuka dikalangan remaja dalam aspek kesehatan reproduksi adalah soal sek bebas, narkoba dan HIV/AIDs, dan tiga masalah tersebut berhubungan satu sama lain. Penelitian Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) pada 2007 lalu menemukan, perilaku seks bebas bukanlah sesuatu yang aneh dalam kehidupan remaja Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2009 pernah merilis perilaku seks bebas remaja dari penelitian di empat kota (Jakarta Pusat, Medan, Bandung, dan Surabaya). Sebanyak 35,9 persen remaja punya teman yang sudah pernah melakukan hubungan seksual sebelum  menikah. Bahkan, 6,9 persen responden telah melakukan hubungan seksual  pranikah. Berdasarkan penelitian Australian National University dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia pada 2010 di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi, dengan sampel 3.006  responden usia kurang dari 17 sampai 24 tahun, ada 20,9 persen remaja hamil dan melahirkan sebelum menikah. Dari data tersebut terungkap 38,7 persen remaja hamil sebelum menikah dan melahirkan setelah menikah. Terdapat proporsi relatif tinggi pada remaja yang menikah karena hamil yang tidak diinginkan.

BKKBN sebagai institusi yang mempunyai fungsi untuk memberikan pencerahan tentang pentingnya kesehatan reproduksi bagi remaja dalam upaya mempersiapkan kehidupan berkeluarga, terus meningkatkan berbagai program untuk remaja. Program GenRe (Generasi Berencana ) adalah salah satunya yang ditawarakan sebagai upaya edukasi akan prepentif terhadap triad remaja. Upaya edukasi untuk menghindari triad tersebut selalu diusung materi  kampanye Genre, merencanakan pendidikan, keluarga dan kesehatan akan lebih bermanfaat bagi remaja ketimbang harus menikah dalam usia muda serta melakukan penyimpangan perilaku.

BKKBN ingin menjadikan GenRe sebagai sebuah gaya hidup kalangan remaja, sehingga dapat merencanakan keluarga yang berkualitas, bukan sebagai kewajiban untuk menekan angka kelahiran. Namun, sosialisasi diakui tidak semulus yang diharapkan. Agama dan budaya kerap menjadi batu sandungan. Masih banyak yang berpikir kampanye GenRe berarti mendorong hubungan seks bebas, dengan menawarkan alat kontrasepsi bagi remaja, tidak sama sekali, remaja tidak akan diperkenalkan kepada jenis alat KB.  Karena  itu, pendekatannya adalah untuk kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga bagi remaja, bukan pengendalian penduduk. GenRe pun dikemas lebih menarik dengan program GenRe Goes To School dan GenRe Goes To Campus.

BKKBN juga mengembangkan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Kesehatan Reproduksi Remaja untuk sekolah  menengah atas (SMA) dan mahasiswa. Di seluruh Indonesia jumlah PIK ini sudah mencapai 16 ribu. BKKBN berharap dengan adanya kegiatan Genre Action dapat lebih memaksimalkan penggalian terhadap  potensi generasi muda berencana. Menurut data pertumbuhan penduduk tahun 2010 jumlah penduduk berumur 15 s/d 19 tahun sebesar 20.880.734 , data tersebut memperlihatkan jika generasi muda Indonesia tidak diarahkan penyaluran ekspresi energi mudanya dapat merusak perkembangan bangsa Indonesia secara keseluruhan terutama pada penyaluran energy remaja pada hal-hal yang negatif, sebagai misal tawuran.

Oleh karena itu BKKBN berinisiatif menciptakan ruang pulik bagi perncurahan daya kreatifitas , ekspresi dan sosialisasi generasi muda. Setelah dilakukan beberapa kali kegiatan percontohan selama tiga tahun ini maka melalui kesempatan Genre Action 2012 Lomba Poster Nasional, BKKBN resmi meluncurkan konsep Genre Action sebagai ruang publik bagi generasi muda berencana. Genre action 2012 Lomba Poster Nasional yang merupakan salah satu dari bentuk kegiatan bagi Generasi Berencana tahun ini fokus temanya mencakup Triad Kesehatan Remaja yaitu : Say No to Drugs, say no to free Sex and Say Goodbye HIV/AIDS. Kegiatan ini diikuti oleh 33 propinsi, Masing – masing propinsi mengirimkan perwakilan yang sudah diseleksi dalam tiga kategori yaitu kategori umum, mahasiswa dan SMU. Peserta menerjemahkan dari tiga aksi generasi berencana dalam bentuk ide kreatif, konsep desain, poster. Hasil desain yang dibuat akan dinilai berdasarkan kriteria penilaian ide orisinil, kandungan konten pesan, grafis, dan kemasan lokal.

Kegiatan Lomba Poster ini akan melibatkan juri dari Perwakilan BKKBN (Drs. Yunus Patriawan Noya (Dir. Advokasi dan KIE) dan Indra Wirdhana, SH,MM (Dir. Direktur bina Ketahanan Remaja), Perwakilan Solidaritas Istri-istri Kabinet Indonesia Bersatu (Drg. Moeryono), Praktisi Desain Grafis (Andika Dwijatmiko, Dir. Komunikasi Ikatan Desain Grafis Indonesia) dan Praktisi Komunikasi (Imron Zuhri). Total Hadiah yang akan diberikan untuk para juara adalah Piala Bergilir dari Ibu Negara RI, Piala Tetap dan Piagam Penghargaan dari Kepala BKKBN dan SIKIB, serta tabungan pembinaan senilai 10 juta rupiah untuk juara pertama, juara kedua sebanyak 7,5 juta rupiah, dan 5 juta rupiah untuk juara ketiga. (Humas BKKBN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *