BKKBN JATIM Berhasil Capai Lima Target

BKKBN JATIM Berhasil Capai Lima Target

Surabaya, Bhirawa

Keberhasilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim dalam mengelola program KB patut diacungi jempol. Terbukti Jatim berhasil mencapai lima target yang telah ditetapkan pemerintah.

Kepala BKKBN JATIM, Muhammad Is, MM menyatakan , lima target ini meliputi laju pertumbuhan penduduk (LPP) Jatim periode 2000-2010 rata-rata sebesar 0,76 persen dan menurut Susenas 2010 turun menjadi 0,49 persen, angka Fertility rate (T-FR) tahun 2000/2003 mencapai 1,64 persen, pencapaian angka contraceptive prevelence rate (CPR) sebesar 61,4 persen sedangkan Jatim mencapai 66,1 persen, menurunnya angka kematian ibu melahirkan 108/100.000 serta angka unmet need Jatim sebesar 6,6 persen.

 Is mengatakan, dari keberhasilan program KB, Jatim dapat menekan LPP penduduk kurang lebih 28 juta jiwa selama kurun waktu 40 tahun. Selain dapat menghemat pengeluaran negara sebesar Rp.259 triliun pertahunnya. “Jadi keberhasilan KB ini nantinya dapat menghemat pengeluaran negara triliyunan rupiah.” tegasnya.

Pria kelahiran Sumatra ini menjelaskan, Keberhasilan KB di Jatim tidak terlepas dari kerjasama banyak pihak diantaranya adalah para stakeholder dan kader KB di Jatim. “Kita punya stakeholder seperti Ormas, LSM, Perguruan Tinggi, Korpri, Fatayat, Muslimat dan sejenisnya, juga para Kader KB seperti PKB, PLKB, UPPKS, kader remaja dan sejenisnya.” tuturnya.

“Jadi para stakeholder dan kader KB ini yang menjadi ujung tombak BKKBN dalam mensukseskan program KB di Jatim.” yakinnya. Is meminta, dengann dimaksimalkannya para stakeholder dan Kader KB di Jatim, BKKBN dapat mencapai program MDGs (Millenium Development Goals) yaitu pengurangan kemiskinan, pencapaian pendidikan dasar, kesetaraan gender, mengurangi tingkat kematian anak, perbaikan kesehatan ibu, pengurangan prevalensi penyakit menular, pelestarian lingkungan hidup dan perjasama global.. “kita masih punya PR (Pekerjaan Rumah) yang harus diselesaikan. Jadi kerjasama dengan banyak pihak perlu dilakukan,” pesannya.

Kepala BKKBN Pusat, Dr Sugiri Syarief MPA berharap selain bekerjasama dengan banyak pihak, BKKBN akan melakukan terobosan untuk mencapai program MDGs yaitu mewujudkan akses kesehatan reproduksi bagi smua pada tahun 2011, peningkatan pemakaian kontrasepsi/CPR bagi perempuan menikah usia 15-49 tahun, menurunkan angka kelahiran remaja (perempuan usia 15-19 tahun) serta menurunkan unmet need (kebutuhan keluarga berencana/KB yang tidak terpenuhi.

sumber : Jawa Pos, 28 Februari 2011

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *