BKKBN Kaji Penyebab Bullying pada Remaja

BKKBN Kaji Penyebab Bullying pada Remaja

 
JAKARTA – Penyebab terjadinya kekerasan (bullying) di dalam masa orientasi siswa baru perlu dikaji mendalam. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan mendorong dilakukannya pengkajian itu.

“BKKBN akan memprovokasi dilakukannya pengkajian mengenai maraknya kekerasan di kalangan remaja oleh lembaga penelitian, universitas, dan pihak terkait lainnya,” kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief di sela acara berbuka bersama jurnalis di Jakarta pekan lalu.

Dalam kesempatan itu, Kepala BKKBN juga memamparkan Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Conference on Population and Development (ICPD) Beyond 2014 di Nusa Dua, Bali, 4-6 Desember 2012. Pertemuan itu merupakan puncak dari upaya Badan Kependudukan PBB (UNFPA) untuk menerjemahkan aspirasi partisipatif dari ICPD 1994.

Sugiri menyebutkan, sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan remaja salah satunya yang tengah mencuat adalah kasus kekerasan pada masa orientasi di sekolah.

Sugiri mengatakan, ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya bullying di sekolah. Di antaranya melampiaskan dendam lama sebagai bagian dari tradisi turun-menurun masa orientasi.

“Atau, bisa juga karena remaja pada masa sekarang ini banyak menonton tayangan yang mengandung unsur kekerasan sehingga memengaruhi pembentukan karakter,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR Agung Laksono mengatakan, kasus kekerasan atau bullying dalam masa orientasi siswa di sekolah harus dihentikan.

“Perlu dihentikan cara-cara kekerasan di sekolah. Perlu mapram model baru dalam perkenalan di sekolah,” kata Menko Kesra di Situbondo, Sabtu.

Agung mengatakan, masa perkenalan seharusnya diisi dengan kegiatan yang lebih mendidik daripada perpeloncoan. Pemerintah akan mengambil langkah tegas agar kasus kekerasan dalam masa orientasi siswa tidak terlulang lagi. “Perlu ada tata cara baru dalam perpeloncoan agar tidak ada lagi kasus kekerasan penerimaan siswa baru di sekolah,” katanya. (Singgih BS)

Sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=309385 (8/13/2012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *