BKKBN MENGUBAH KELUARGA TRADISIONAL JADI MODERN

BKKBN MENGUBAH KELUARGA TRADISIONAL JADI MODERN

 
JAKARTA—bkkbn online : Kepala BKKBN Pusat Sugiri Syarief mengakui konsep kebijakan Keluarga Berencana (KB) selama ini kurang efektif dan tidak mengena. Dampak dari kebijakan yang tidak mengena ini, program KB cenderung ditinggalkan oleh keluarga-keluarga di Indonesia.“Untuk kembali menggairahkan program KB, BKKBN telah menyiapkan sejumlah strategi jitu. Salah satunya adalah dengan mengubah paradigma kebijakan. Perubahan paradigm diperlukan sebagai langkah awal revitalisasi kebijakan agar program KB dapat terinterpretasi  lebih baik oleh masyarakat,” kata Sugiri saat menjadi pembicara pada diskusi terbatas bertema “Pemberdayaan Kualitas Bangsa” di kantor redaksi harian Seputar Indonesia (SI) di Jakarta, Rabu (16/6).Salah satu paradigm baru yang akan dilaksanakan BKKBN adalah mengusung konsep keluarga modern. Sugiri menegaskan, pada prinsipnya tugas BKKBN adalah merencanakan jumlah anak dalam sebuah keluarga agar memiliki masa depan yang sejahtera dan bahagia.Menurut Sugiri, keluarga bahagia dan sejahtera tidak datang begitu saja dari langit, melainkan harus melalui sebuah proses perencanaan dan konsep matang. Proses dan konsep inilah yang kemudian disebut keluarga modern.“BKKBN ingin mengubah keluarga tradisional jadi keluarga modern. Tapi ini butuh banyak proses karena saat mengubah perilaku dari banyak anak jadi sedikit anak, membutuhkan waktu kurang lelbih 25 tahun,” kata Sugiri menjelaskan.Selain itu salah satu focus yang akan dilakukan BKKBN adalah menciptakan ketahanan keluarga. Sugiri menyatakan, keluarga yang memiliki ketahanan kuat akan mampu menghasilkan produk anak yang sesuai dengan indicator pembangunan karakter bangsa.“Jika pembangunan karakter bangsa dihujat, yang dihujat adalah keluarga karena keluarga adalah satuan kecil untuk membangkitkan karakter bangsa,” Sugiri menegaskan.(fim/si). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *