Bude Karwo: AKI dan AKB Jatim Jauh Dibawah AKI dan AKB Nasional

Bude Karwo: AKI dan AKB Jatim Jauh Dibawah AKI dan AKB Nasional

Bude Karwo beserta Ibu Vita Gamawan Fauzi memperagakan cuci tangan yang baik dan benar di hadapan para peserta Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB) di Jatim jauh lebih baik bila dibanding dengan AKI dan AKB Tingkat Nasional. Artinya AKI Jatim saat ini sebesar 97,39/100 ribu kelahiran hidup dan AKB sebesar 25,95/1000 kelahiran hidup Sementara Tingkat nasional 228/100 ribu kelahiran hidup (AKI) dan AKB nya 32,59/1000 ribu kelahiran hidup.

Pernyataan tersebut disampaikan ketua Tim Penggerak PKK Prov. Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo,M.Si saat memberikan pengarahan pada acara pembukaan Sosialisasi Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan sehat melalui Cuci tangan Pakai Sabun dalam Upaya Menekan Angka Kematian Ibu dan Balita di Gedung Balai Prajurit Makodam Surabaya, Kamis (12/6).

Menurut Bude Karwo, penurunan AKI dan AKB di Jatim merupakan hasil nyata dari pendampingan kader PKK di lapangan mulai dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat dasa wisma dengan memberikan pengertian sekaligus memberikan contoh tentang budaya hidup sehat melalui cuci tangan. Dan ternyata hasilnya dapat dan bisa dilihat serta dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, utamanya bagi kaum ibu yang menjadi penggerak serta yang bisa mengubah pola hidup keluarga dan Ibu juga sebagai pendidik dari hidup budaya sehat bagi keluarganya.

Setiap tahun jumlah AKI dan AKB di Jatim terus menurun dan berkurang yaitu tahun 2010 AKI di Jatim sebesar 104/100 ribu kelahiran hidup, 2011 101/100 ribu dan 2012 turun lagi menjadi 97,47/100 ribu turun lagi menjadi 97,39/100 ribu kelahiran hidup di tahun 2013 ini. Sementara tingkat nasional masih ada pada posisi 228/100 ribu kelahiran hidup.

Jadi kalau hari ini PKK Pusat dan Jatim menjalin kerjasa dengan Unilever untuk mengadakan sosialisasi pentingnya budaya hidup bersih dan sehat, berarti program ini tidak bertepuk sebelah tangan di jawa Timur. Sebab, jatim telah melaksanakan dan membudayakan hidup sehat dengan membiasakan mencuci tangan sebelum makan, setelah BAB, setelah BAK dan sebelum menyusui anak, sebelum menyuapi anak serta setelah bepergian.

 

Bude Karwo memberikan sambutan pada acara Sosialisasi pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat melalui cuci tangan pakai sabun dalam upaya menekan angka kematian ibu dan balita di Gedung Balai Kartika Surabaya

Meski sudah baik dan sudah tiga kali PKK Jatim meraih Juara I lomba Tingkat Nasional untuk budaya hidup bersih dan sehat, namun PKK Jatim melalui kader- kader PKK yang ada di tingkat paling bawah ( desa ataupun di kelurahan ) sampai saat ini masih terus melakukan pendampingan pada anggota masyarakat yang masih belum mau atau belum mengerti akan pentingnya budaya hidup bersih dan sehat yang diawali dari keluarga.
Dan hidup budaya bersih dan sehat ini, tambahnya, harus dilakukan terus menerus oleh keluarga tersebut paling tidak selama 21 hari. “Karena bila tidak sampai 21 hari dilakukan itu belum bisa dikatakan budaya karena belum biasa,“ tegasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Tim penggerak PKK Pusat Ny. Hj. Vita Gamawam Fauzi mengatakan, solialisasi budaya hidup bersih dan sehat ini bertujuan untuk mengingatkan dan meningkatkan kembali kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam keluarga. Sebab, dengan hidup bersih dan sehat maka masyarakat dapat mengobtimalkan peran ibu dan calon ibu sebagai agen kesehatan keluarga.

Sebab, sampai saat ini data di lapangan menunjukkan bahwa diare adalah menjadi penyebab utama dari kematian anak atau balita. Yakni dari 1 dari 5 anak yang terkena diare ber-akhir pada kematian. Ini semua, ber-awal dari kebiasaan hidup tidak bersih dan tidak sehat. Jika dilapangan ditemukan anak meninggal dikarenakan terserang diare, maka tugas dari kader PKK yang dilapangan atau di desa/kelurahan harus mencatat di buku data. Tujuannya untuk memantau sejauh mana diare yang menyerang di daerah tersebut.(AT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *