Bude Karwo : Waspadai Kecanduan Anak Terhadap Gadget

Bude Karwo : Waspadai Kecanduan Anak Terhadap Gadget

Kemajuan teknologi perangkat canggih (gadget) menghadirkan dampak positif maupun negatif pada perkembangan anak. Positifnya, anak menjadi lebih mudah dan praktis untuk menggali ilmu melalui internet. Negatifnya, gadget bisa membuat anak kehilangan masa kanak-kanaknya karena kecanduan game dan internet. Hal ini perlu diwaspadai oleh orang tua.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jawa Timur, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si saat membuka Sosialisasi Pelaksanaan Program Kerja Kelompok Kerja (Pokja) I, II, III dan IV TP PKK Prov. Jatim di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bapeda) Jatim. Senin (3/9).

Bude Karwo, sapaan lekatnya mengatakan, kemajuan teknologi dapat membawa anak kearah kehidupan pragmatis dan hedonis. Anak cenderung lebih suka bermain game daripada belajar budaya. Ini melenceng dari nilai yang diajarkan leluhur kita yaitu kehidupan yang berbasis agama dan adat. “Sekarang mendidik anak lebih susah daripada jaman dulu” katanya.

Ia melanjutkan, perlu kewaspadaan ekstra untuk mendidik anak. Jangan merasa bangga atau tenang jika anak terlihat diam dan sibuk dengan laptopnya di kamar. Sebab bisa saja anak tersebut mengakses internet lalu membuka situs terlarang, seperti situs porno.

“Jangan sampai anak-anak dewasa sebelum waktunya, ini berbahaya bagi perkembangan jiwanya” lanjutnya.

Selain mengakses situs terlarang, kegemaran anak mengakses situs facebook juga perlu diwaspadai. “Sudah banyak terjadi aksi kriminalitas seperti penipuan trafficking, dan penculikan anak diawali dari facebook. Bahkan saya sendiri juga dirugikan, saya tidak pernah membuat akun facebook, tapi sudah ada 5 akun lebih atas nama saya di facebook,” ujarnya.

Bude Karwo menambahkan, efek negatif dari kecanduan gadget juga membuat anak menjadi tidak peduli dengan lingkungan sosialnya. Contohnya, ketika diajak berkomunikasi anak tidak tanggap dan terkesan cuek. “Bahkan ketika berada dalam satu mobil, anak tidak berkomunikasi dengan orang tuanya karena keasikan bermain gadgetnya” tambahnya.

Namun disamping dampak negatif, teknologi juga membawa dampak positif. Berkomunikasi dengan anak dapat dilakukan dengan mudah. “Sebagai orang tua, kita harus menyeleksi dan mengawasi dengan benar teknologi yang tepat untuk anak kita. Karena anak adalah calon pemimpin bangsa di masa depan” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Pokja IV TP PKK Jatim, Dra. Tyas Sugeng Riyono mengatakan, peserta sosialisasi sebanyak 383 orang yang terdiri dari Koordinator TP PKK Bakorwil I-IV, Ketua Pokja TP PKK I-IV beserta anggota Pokja I-IV Kabupaten/Kota se-Jatim, dan anggota TP-PKK Prov. Jatim.

Tujuan diselenggarakannya sosialisasi adalah tersosialisasinya Program Kerja (Proker) Pokja I tentang Pola Asuh anak dan remaja, Proker Pokja II tentang Penguatan Poksus UP2K PKK bagi TP PKK, Proker Pokja III tentang Pemantapan Percepatan Konsumsi Pangan Beragam (3BA) di Taman Posyandu, dan Proker Pokja IV tentang Peningkatan Peran dan Kapasitas Kader PKK dalam Kegiatan Paliatif. (AT/Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *