Dengan Gaya Hidup Ala Amerika, Dunia Hanya Cukup untuk 2 Milyar Orang

Dengan Gaya Hidup Ala Amerika, Dunia Hanya Cukup untuk 2 Milyar Orang

Penduduk dunia sekarang sudah 7,3 juta Jiwa, ini sangat mencemaskan karena sebenarnya sudah melebihi kapasitasnya. Bayangkan kalau semua orang di dunia ini mempunyai gaya hidup seperti orang Amerika, yang konsumtif dengan rumah yang besar-besar, dunia ini hanya cukup untuk 2 milyar orang saja. Sedangkan penduduk saat ini sudah 3 kali lipat lebih dari jumlah tersebut, mencemaskan.

Demikian diungkapkan oleh Kepala BKKBN Prof. dr. H. Fasli Jalal, Sp.GK, PhD saat membuka secara resmi Pertemuan Nasional Akselerasi Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Dalam Rangka Menyongsong  Era SJSN di Hotel Garden Palace Surabaya, 18 Juli 2013, yang diikuti oleh para Kasubbag Advokasi Perwakilan BKKBN Provinsi dari seluruh Indonesia.

“Di tahun 2025 diperkirakan penduduk akan mencapai 9,6 milyar, dimana Indonesia menjadi salah satu negara yang memberikan kontribusi cukup signifikan pada pertumbuhan penduduk” kata Fasli. Ditambahkan pada tahun 2000 oleh para ahli Indonesia akan memiliki penduduk sebanyak 285 juta tapi kenyataanya hanya 206 juta, jadi sekitar 80 juta jiwa tertahan tidak lahir karena Indonesia sejak tahun 70-an sudah menerapka program KB. Ini artinya banyak fasilitas pendidikan transportasi, kesehatan, sandang, pangan, papan yang mestinya disiapkan oleh negara untuk 85 juta orang bisa dihemat.

“Sedang di tahun 2010 mestinya penduduk kita sudah 340 juta jiwa, tapi ternyata hanya 237 juta jiwa. Keberhasilan ini yang menyebabkan dunia memberikan penghargaan kepada presiden. Bisa disimpulkan disini kalau masalah KB itu sangat penting karena sangat berpengaruh kepada program-program pemerintah yang lain” ujar Fasli.

“Karena kita mengemban tugas yang sangat penting dan mulia, kita harus bekerja sepenuh hati, dengan dedikasi yang tinggi jangan hanya bekerja karena untuk mengejar gaji belaka” lanjut Fasli. Ada beberapa tantangan yang segera harus diselesaikan, misalnya masalah drop out peserta KB, unmetneed yang masih tinggi, LPP yang masih harus ditekan lagi dan PUS peserta KB yang belum sesuai harapan.

Menurut Ketua Panitia Direktur Kesehatan Reproduksi, Drs. Ary Goedadi, Kegiatan 4 hari untuk Eselon IV ini menurut dimaksudkan untuk pembekalan dan peningkatan akses pelayanan KB diseluruh lapisan masyarakat. Pada kegiatan ini disajikan materi antara lain tentang Penguatan Kapasitas Supply Side Kesehatan dalam Mendukung Pelayanan Kontrasepsi di Era SJSN dengan narasumber dari Kemenkes RI, Jaminan Pelayanan KB di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah dan Swasta dengan narasumber dari PT ASKES, Revolusi Advokasi dan KIE dalam Program KKB dengan narasumber Direktur Advokasi KIE BKKBN. Selain itu disajikan pula materi Reformasi Sistem RR dalam Program KKB, KKB Kencana Sebagai Akslerasi Program KKB dan Pemetaan Strategis Program KKB. Turut hadir dalam acara, PLT. Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Dra. Suhartuti, MM. Nampak pula mantan Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Djuwartini, SKM, MM yang pada kesempatan tersebut menjadi narasumber dan memaparkan berbagai strategi guna meningkatkan pelaksanaan program KKB. (AT/Humas Perwakilan BKKBN Jatim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *