Dukung KB, Jampersal Juga Gratiskan Pasang Alat Kontrasepsi

Dukung KB, Jampersal Juga Gratiskan Pasang Alat Kontrasepsi

Kelana Kota

03 April 2011, 11:39:09| Laporan Agita Sukma Listyanti

 

suarasurabaya.net| Selain menanggung biaya pemeriksaan dan persalinan ibu hamil, program jaminan persalinan (Jampersal) juga menggratiskan biaya pemasangan alat kontrasepsi. Layanan ini menjadi satu paket dengan Jampersal.

Diakui DODO ANONDO Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, masih banyak pasangan suami isteri yang enggan memasang alat kontrasepsi. Karena itu, program ini sekaligus bertujuan mendukung penyuksesan Keluarga Berencana. Sebab, Jampersal memang dikhususkan hanya untuk anak pertama dan kedua pasangan suami isteri.

Rencananya, Dinas Kesehatan Jawa Timur segera menetapkan kuota ibu hamil yang ditanggung Jampersal setelah melakukan pendataan di tiap kabupaten/kota.

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Jawa Timur masih menunggu petunjuk teknis (juknis) program Jampersal dari Pemerintah pusat. Meski demikian, biaya pemeriksaan dan persalinan dipastikan akan ditanggung Pemerintah.

Menurut DODO, anggaran biaya yang ditanggung masih belum ditentukan. Karena sampai sekarang, juknis belum ditetapkan Pemerintah pusat.

Pemerintah pusat sendiri sebenarnya sudah menetapkan biaya pemeriksaan dan persalinan yang ditanggung. Yakni Rp 10 ribu untuk tiap pemeriksaan dan Rp 350 ribu untuk biaya persalinan. Ibu hamil yang ditanggung biaya persalinannya harus memeriksakan diri minimal 4 kali selama kehamilan baik di Puskesmas maupun rumah sakit.

Tapi, pihak Dinas Kesehatan masih belum bisa memastikan berapa biaya yang ditanggung jika pemeriksaan dan persalinan melebihi angka yang sudah ditetapkan. “Apakah akan ditanggung semua oleh Pemerintah. Atau selisih biaya dan tarif resmi yang akan ditanggung ibu hamil. Kita masih belum bisa menetapkan,” kata DODO padasuarasurabaya.net, Minggu (03/04).

Pemeriksaan maupun persalinan yang biayanya ditanggung Pemerintah juga tidak hanya dilakukan di Puskesmas maupun rumah sakit. Tapi, juga bisa di tempat praktik bidan ataupun rumah sakit swasta. Asalkan, keduanya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dalam program Jampersal.(git)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *