Dukungan Mitra Kerja, Toga dan Toma, Kiat Sukses MOP

Dukungan Mitra Kerja, Toga dan Toma, Kiat Sukses MOP

Jumat (28/10) pukul 15.30 WIB, Tim kunjungan studi banding Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi tiba di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur di Jl. Airlangga 31-33 Surabaya. Tim berjumlah 7 orang yang saat itu diketuai oleh Kepala Bidang ADPIN BKKBN Jambi, Nurul Alfiya, SE diterima langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Djuwartini, SKM. MM di Ruang LIBI didampingi Kepala Bidang ADPIN dan Kepala Bidang KBKR. Studi banding BKKBN Provinsi Jambi ini bertujuan saling tukar pengalaman program sekaligus ingin menggali kiat sukses BKKBN Provinsi Jawa Timur  dalam meningkatkan partisipasi pria untuk ber-KB sehingga dapat mendongkrak pencapaian KKP Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) khususnya metode MOP (Medis Operasi Pria) atau vasektomi.

Studi banding ini dilaksanakan karena capaian MOP di Provinsi Jambi masih rendah. Menurut Drs. Marwani, hal ini terjadi karena masih kurang terbukanya penyampaian informasi pada masyarakat, yang masih terbatasi budaya tabu atau sungkan sehingga informasi yang diterima masyarakat tidak lengkap. Akibatnya, masyarakat tidak memahami betul apa itu MOP, apa sajakah kelebihan serta kemudahannya. Disamping itu, masih sulitnya menjalin kerja sama dengan tokoh agama di Jambi menjadi kendala besar yang masih coba diatasi untuk meningkatkan keikutsertaan pria dalam ber-KB.

Kepala BKKBN Provinsi Jatim mengulas singkat, pencapaian Provinsi Jawa Timur dalam MOP tidak diperoreh dengan serta merta, melainkan merupakan proses panjang melalui sosialisasi dan dialog secara berkesinambungan baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi kepada tokoh agama maupun tokoh masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi dan dialog tersebut, dapat diberikan informasi yang jelas dan benar sehingga para tokoh agama dapat mengetahui secara gamblang serta mengkaji lebih dalam mengenai MOP. Dan tentunya kegiatan seperti ini dilaksanakan tidak hanya sekali. Dari sinilah dapat dituangkan rumusan – rumusan baru yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program KB. Terlebih lagi, peran dan dukungan para mitra di Kabupaten Kota mempunyai pengaruh besar dalam pengambilan kebijakan serta menjadi panutan bagi masyarakatnya untuk menentukan sikap. Ini merupakan poin penting yang harus diperhatikan, bagaimana peranan advokasi dan KIE dari BKKBN mampu menggandeng tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam masyarakat di suatu daerah untuk memahami pentingnya dilaksanakan program KB di daerahnya masing-masing. Dukungan mitra kerja,Tokoh Agama (Toma) dan Tokoh Masyarakat (Toga) inilah yang akan menjadi motor penggerak dalam upaya peningkatan pencapaian KB pria.

Seperti halnya yang dilaksanakan di Kabupaten Situbondo, dalam upaya peningkatan pencapaian peserta KB baru pria, pada Mei tahun 2011 dengan menggandeng Toga, Toma serta mitra kerja, berhasil memecahkan rekor MURI MOP dengan jumlah peserta  330 akseptor. Ini merupakan sukses kedua yang didulang Kabupaten Situbondo dalam MOP setelah sebelumnya pada tahun 2010 juga memecahkan Rekor MURI dengan peserta 290 akseptor.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa kendala yang sering dijumpai pada pelaksanaan KB jenis MOP ini adalah banyaknya persepsi yang salah tentang MOP. Seperti mengurangi kenikmatan hubungan suami istri, menyebabkan impotensi, ejakulasi yang dikeluarkan angin, sperma yang tidak dikeluarkan akan menjadi batu, kekhawatiran menurunnya libido sampai adanya kekhawatiran para istri apabila suami ikut MOP akan memicu terjadinya perselingkuhan dalam rumah tangga. Berbagai persepsi keliru yang beredar di masyarakat inilah yang harus diluruskan, agar masyarakat tidak terprovokasi dan akhirnya enggan melakukan MOP.” jelas dr. Zekson Alpian dari Bidang KBKR yang kerap menangani pasien MOP.

Selain wakil yang ditunjuk dari BKKBN Provinsi Jambi, studi banding ini mengajak serta mitra kerja yaitu Drs. Soleman, MA dari IAIN Jambi, Drs. Marwani dari Departemen Agama Jambi, Irfan, SAG dari praktisi Media Elektronik, serta Imam Kushaeni, SP dan Edwin Toni, S.Pd.I dari Pengasuh Pondok Pesantren di Jambi.

Setelah diskusi bersama, kunjungan dalam rangka studi banding ini diakhiri dengan saling bertukar cindera mata. Dari Surabaya, tim BKKBN Provinsi Jambi akan melanjutkan agenda studi banding ke Kantor KB Kabupaten Situbondo guna mengupas tuntas kunci sukses pelaksanaan KB Pria metode MOP. (humas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *