EKSISTENSI PROGRAM KB DI JAWA TIMUR

EKSISTENSI PROGRAM KB DI JAWA TIMUR

Eksisitensi program KB sejak tahun 1970 hingga saat ini mengalami masa pasang surut. Pada tahun-tahun awal reformasi, program KB sedikit mengalami masa sulit dan nyaris tidak dapat berbuat banyak, hal ini ditunjukan dari hasil sensus penduduk yang dilaksanakan tahun 2010 lalu menunjukkan angka yang lebih tinggi dari prediksi pakar demografi tentang Laju Pertumbuhan Penduduk di Indonesia. Banyak masalah dan kendala yang dihadapi pemerintah provinsi Jawa Timur dalam rangka mewujudkan pembangunan secara keseluruhan, salah satunya masalah seputar kependudukan, yaitu angka kelahiran, kematian, urbanisasi dan peningkatan pendewasaan usia perkawinan. Upaya penanganan permasalahan-permasalahan diatas dapat melalui program kependudukan dan KB (KKB), dengan keberhasilan program KB maka Jawa Timur dapat menekan Laju Pertumbuhan Penduduk (hasil susenas) menjadi 0,49 pada tahun 2010 dan TFR (Total Fertility Rate) hasil SDKI2009 Jawa Timur tercapai 1,92.
Untuk lebih mengoptimalkan program Kependudukan dan KB di Jawa Timur kedepan, maka perlu dilakukan sinergitas antara BKKBN Provinsi Jawa Timur dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Jawa Timur, sebagai lembaga yang menangani program KB dan tentu saja bertanggungjawab terhadap keberhasilan program-program tersebut.
Oleh karena itu pada Rabu tanggal 6 April 2010 yang lalu, dilaksanakan Rapat Koordinasi antara kedua lembaga pemerintah tersebut. Duduk bersama antara Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur Djuwartini,SKM,MM dengan Kepala BPPKB provinsi Jawa Timur Dr. Sukesi, MKes berserta jajarannya untuk membahas langkah-langkah strategis program kerja bersama serta membahas mengenai pembagian kerja agar dalam pelaksanaan dilapangan bisa saling mendukung serta tidak terjadi overlapping, sehingga capaian program KKB di Jawa Timur dapat lebih maksimal lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *