EVALUASI DAK BIDANG KB TAHUN 2013 DAN SOSIALISASI PERENCANAAN DAK BIDANG KB TAHUN 2014

EVALUASI DAK BIDANG KB TAHUN 2013 DAN SOSIALISASI PERENCANAAN DAK BIDANG KB TAHUN 2014

Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2008 ini sebagai implementasi dari pelaksanaan UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dimana dijelaskan dalam undang-undang tersebut tentang penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib dan pilihan diantaranya penanganan bidang kesehatan. Dana Alokasi Khusus (DAK) ini bersumber dari Pendapatan APBN untuk membantu daerah tertentu dalam mendanai kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat dalam mendoron percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas nasional.

“Memasuki tahun ke 7 (2014) pemberian Dana Alokasi Khusus ini mengandung nilai strategis bagi program KKB khususnya. Dimana tahun 2014 merupakan tahun terakhir bagi pelaksanaan RPJMN dan Renstra BKKBN, dengan dukungan pembiayaan yang bersumber dari DAK dapat mendukung pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten/Kota melalui penyediaan sarana dan prasaran fisik penunjang program Kependudukan dan KB agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya” demikian arahan Plt Sestama BKKBN Ibu Ir. Ambar Rahayu yang disampaikan pada acara pembukaan kegiatan Evaluasi DAK Bidang KB Tahun 2013 dan Sosialisasi Perencanaan DAK Bidang KB Tahun 2014. Pemberian Dana Alokasi Khusus tersebut diprioritaskan kepada Kabupaten/Kota yang mempunyai : CPR rendah, Angka kelahiran relative masih tinggi, persentase keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera relative tinggi, Jumlah keluarga relative besar, jumlah dan kepadatan penduduk relative besar dan tidak merata serta telah terbentuk BKKBD.

Bertempat di hotel Garden Palace Surabaya, 30&31 Oktober 2013 kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksaan DAK 2013 yang secara khusus mengurai permasalahan dan hambatan pelaksanaan selama 2013  dan bahan penyusunan perencanaan DAK 2014 serta langkah-langkah strategis ditahun mendatang. Serta sebagai bahan masukan bagi perencana pembangunan daerah masing-masing dalam menyusun rencana anggaran 2014. Acara ini dihadiri masing-masing 2 (dua) orang dari perwakilan 38 SKPD KB se-Jawa Timur dan Tim Fasilitasi Provinsi Jawa Timur.

Sebagai 10 provinsi penyangga utama pelaksanaan Akselerasi Pembangunan KKB dalam rangka pencapai target MDG’s Tahun 2015, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi pencapaian program KKB melalui pencapaian sasaran pembangunan : menurunnya unmetneed menjadi 6,5%, menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk dan angka kelahiran total (TFR=2,36) yang ditandai dengan CPR 60,1 %, Peserta KB Baru 7,6 juta, peserta KB Aktif 29,0 juta, penguatan penggerakkan lini lapangan, peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku remaja dan pasangan usia subur tentang perencanaan kehidupan berkeluarga, tersedianya sarana dan prasarana pelayanan KB di klinik KB di 23.500 klinik KB Pemerintah dan Swasta dan meningkatkan keserasian kebijakan pembangunan dengan kebijakan pengendalian kuantitas penduduk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *