Gebyar Kader KB Dukung 10.000 Taman Posyandu, Motivasi Kader Bekerja dengan Hati

Gebyar Kader KB Dukung 10.000 Taman Posyandu, Motivasi Kader Bekerja dengan Hati

“BKKBN diberi mandat oleh pemerintah untuk menggerakkan masyarakat agar berpartisipasi dalam segala aspek pembangunan, teristimewa di bidang kesehatan dan kegiatan sosial lainnya. Oleh karena itu, dilaksanakan Gebyar Kader KB, tujuannya untuk memotivasi masyarakat khususnya kader agar tetap semangat untuk bergerak dalam pelayanan-pelayanan, baik pelayanan kesehatan dan sosial lain. Karena tanpa semangat, sulit bekerja dengan hati, karena tugas ini adalah dari oleh dan untuk masyarakat, oleh karena itu kesukarelaan itu penting”, Ungkap Kepala BKKBN, Dr. dr. Sugiri Syarif, MPA saat menjadi narasumber dalam Talkshow bertajuk “Titik Tengah, Mencari Solusi di Tengah Permasalahan” di Studio Metro TV Surabaya, Selasa (10/04) kemarin. Bersama Sugiri, hadir Ketua TP PKK Provinsi Jatim, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si dan Asisten III Pemprov. Jatim, Drs Edi Purnianto.

Hal ini terkait dengan Gebyar Kader KB Tahun 2012 yang puncaknya diselenggarakan pada hari Rabu, 11 April di Gedung Juang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Gebyar Kader KB Tahun 2012 yang mengusung tema “Gebyar Kader KB dalam Mendukung 10.000 Taman Posyandu” selain merupakan bentuk motivasi bagi para kader, kali ini yang menjadi agenda penting adalah mendukung segera terbentuknya 10.000 Taman Posyandu di Jawa Timur.

Keluarga Berencana atau KB pada dasarnya adalah gerakan membentuk sebuah keluarga sehat dan sejahtera melalui pengaturan kelahiran. Idealnya, sebuah keluarga mempunyai 2 anak agar terbentuk keluarga sejahtera sehingga menciptakan kondisi yang mendukung terbentuknya keturunan atau generasi yang berkualitas. Salah satu cara pengaturan kehamilan atau kelahiran ini dilakukan melalui penggunaan kontrasepsi. Namun, membangun kesadaran masyarakat untuk aktif ikut program KB bukan perkara mudah. Dalam melakukan sosialisasi, yang di BKKBN populer dengan istilah KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi), perlu kerjasama dengan berbagai pihak di sektor lini lapangan yang mampu menjangkau masyarakat secara langsung.  Salah satu partner BKKBN yang handal adalah PKK. PKK dengan kader-kadernya berperan besar dalam memberikan KIE sekaligus pelayanan pada masyarakat terkait masalah kesehatan dan keluarga berencana. Untuk itu tahun 2012 ini BKKBN Jatim kembali menggelar Gebyar Kader KB untuk memotivasi kader-kader ini dalam gerakan pelayanan kesehatan dan KB, terlebih lagi dengan adanya gagasan 10.000 Taman Posyandu di Jawa Timur. Karena hal ini berarti tugas kader akan semakin banyak, maka diperlukan kader-kader yang handal dan siap melayani masyarakat.

Sebagaimana sebelumnya, Ketua TP PKK Provinsi Jatim, Drs. Hj. Nina Soekarwo, M.Si atau yang akrab disapa “Bude Karwo” menyampaikan gagasan Taman Posyandu yang berangkat dari konsep PAUD Holistik Integratif. “PAUD Holistik Integratif berupaya memenuhi kebutuhan esensial anak mulai dari gizinya, kesehatannya, pendidikannya,parenting education-nya, dan child protection-nya. Oleh karena itu PKK bekerja sama dengan BKKBN dan Dinas Kesehatan berupaya mensinergikan program untuk mewujudkan PAUD Holistik Integratif yang kemudian kita sebut dengan Taman Posyandu,” jelas Bude.

“Dalam hal ini BKKBN akan membantu melatih kader dalam program Bina Keluarga Balita atau parenting education-nya, rangsangan pendidikannya dibantu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian untuk kesehatan dan gizi akan dibantu Dinas Kesehatan di Provinsi Jawa Timur, serta child protection-nya akan dibantu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” imbuh Bude.

Posyandu sendiri merupakan usaha peningkatan kesehatan bersumber dari swadaya masyarakat, yang dikelola oleh, dari, untuk, dan bersama masyarakat. Kegiatan ini mulai dilaksanakan masyarakat di awal tahun 70-an. Berangkat dari kader-kader PKK dengan peralatan sederhana berperan aktif mendatangi rumah warga untuk menimbang serta memberikan makanan tambahan pada balita. Kemudian berkembang terus hingga di tahun 1984 kegiatan ini dinasionalkan melalui Keputusan 3 Menteri, dengan nama Pos Pelayanan Terpadu atau yang awam disebut Posyandu.

Pada masa krisis ekonomi, jumlah Posyandu dan kinerja kadernya sempat menurun. Namun melalui upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah, TP PKK, LSM, Tokoh-tokoh masyarakat serta Dunia Usaha, Posyandu bangkit kembali. Taman Posyandu ini merupakan wujud dari Revitalisasi Posyandu yang berbasis pada kegiatan pemberdayaan masyarakat, pelatihan bagi kader dan petugas, peningkatan ekonomi kader dan pengembangan kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan Revitalisasi dan program Taman Posyandu tersebut, kegiatan-kegiatan Posyandu saat ini pun berkembang tidak hanya pada kegiatan Kesehatan Ibu dan Anak, gizi serta KB saja, tapi sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, misalnya Bina Keluarga Balita (BKB), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), ekonomi keluarga, koperasi, penyuluhan pengendalian penyakit-penyakit menular, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan lain-lainnya.

Sementara itu, Edi menjelaskan, pemerintah dalam hal ini Pemprov. Jatim berperan memberikan dukungan melalui SKPD yang melaksanakan tugas dan fungsinya terkait dengan bidang kesehatan, pendidikan, parenting dan perlindungan anak. “Terkait empat bidang itu, Pemprov mempunyai SKPD SKPD yang mempunyai satker (satuan kerja, red) yang menangani empat bidang tersebut. Saya mendapat mandat dari Gubernur untuk mengkoordinasikan satker-satker tersebut agar mempercepat terwujudnya Taman Posyandu ini,” sambung Edi.

“Dengan Taman Posyandu kita mengharapkan terbentuknya anak atau balita yangcerdas, sehat dan berkarakter unggul. Sehingga lahir generasi muda yang berkualitas,” ujar Edi Purnianto di penghujung  talkshow di Studio Metro TV Surabaya selama 30 menit tersebut. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *