Genre Goes to Pesantren : Remaja Sebagai Penerus Bangsa Harus Berkualitas 2

Genre Goes to Pesantren : Remaja Sebagai Penerus Bangsa Harus Berkualitas 2

Masa  remaja  merupakan  masa  dimana  seorang  individu  mengalami peralihan  dari  satu  tahap  ke  tahap  berikutnya  dan mengalami  perubahan biologis dan sikap perilaku  baik emosi,  tubuh,  dan minat. Masa  remaja  juga merupakan  masa  yang   penuh  gejolak dan pancaroba. Remaja sebagai generasi  penerus bangsa dalam tantangan yang sangat komplek, menghadapi era globalisasi teknologi yang tidak terbatas. Oleh karena itu kita harus tetap waspada, terhadap berbagai persoalan yang sedang mengintip para remaja, terutama narkoba, seks bebas, dan HIV/AIDS.

Hasil Sensus Penduduk Indonesia  tahun 2010 menunjukkan bahwa 64,6 juta jiwa atau 27,6% dari total penduduk Indonesia adalah kaum muda berusia 10-24 tahun. Oleh karena itu, problematika kaum muda ini menjadi salah satu program prioritas BKKBN dan telah menempatkan isu remaja dan pemuda dalam rencana program pembangunan jangka menengah (2010-2014) dan jangka panjang (2005-2025). Dalam pelaksanaannya, BKKBN merangkul masyarakat seperti para ulama, organisasi kemasyarakatan, organisasi pemuda, serta sektor swasta, bahkan remaja dan pemudanya sendiri melalui Program GenRe.

Program Generasi Berencana (GenRe) meliputi tiga hal yaitu: pertama, promosi penundaan usia kawin, dalam hal ini remaja diarahkan agar dapat mengutamakan pendidikan dan berkarya, kedua, penyediaan informasi kesehatan reproduksi seluas-luasnya melalui wadah  Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK Remaja/Mahasiswa/PIK-PONTREN), ketiga promosi perencanaan  kehidupan berkeluarga dengan sebaik-baiknya.

 

Dalam upaya sosialisasi Generasi Berencana di kalangan santri tanggal 4 Mei lalu Plt Kepala BKKBN Dr. Sudibyo Alimoeso didampingi oleh Deputi ADPIN Drs. Hardiyanto serta Kepala BKKBN Jawa Timur Djuwartini, SKM, MM bersama  Bupati Situbondo Edy Dadang Widiarto dan Muspida setempat bersilaturahim ke Pondok Pesantren Salafiyah, Safi’iyah Sukorejo Situbondo. Kehadiran orang nomor satu BKKBN  di pondok Sukorejo dikemas dalam acara  GenRe Goes to Pesantren dengan tema Akselerasi Program Pendewasaan Usia Perkawinan. Kehadiran para pejabat di pondok pesantren yang memiliki santri antara 9000 sampai 10.000 dari tingkat SLTP sampai pergururan tinggi itu, disambut antusias baik oleh para santri maupun pengasuh pondok, KH.R. Ahmad Azaim Ibrahimi.

 

“Pogram yang dirancang oleh BKKBN khususnya GenRe ini, sejalan  dengan visi dan misi pesantren, selain menuntut ilmu, santri diharapkan dapat menjalankan konsep hidup sehat, menuju kebahagian dunia dan akherat” kata KH. R.Ahmad Azaim Ibrahimi.

 

Sementara itu dalam kesempatan bertemu dengan seribu santri yang menghadiri acara tersebut,  Plt. Kepala BKKBN Dr. Sudibyo Alimoeso berpesan “Remaja sebagai generasi penerus  yang akan menentukan masa depan Indonesia, maka remaja harus berkualitas. Agar tak rusak di tengah jalan remaja harus memiliki lingkungan dan komunitas yang baik seperti misalnya tergabung dalam PIK Remaja. Saat ini banyak tantangan, dimana remaja mudah terjerumus pada perilaku negatif, seperti seks bebas dan pada napza. Saat ini menurut survei ada sekitar 27 persen remaja yang melakukan seks bebas sebelum menikah”.

“Santri pun penting ikut dalam pusat konseling remaja (PIK), karena dalam pusat konseling itu banyak pengetahuan yang bermanfaat salah satunya mengenai kesehatan reproduksi. Kelak setelah ada di tengah masyarakat diharapkan para santri ini akan menjadi agen penyebaran informasi tersebut” imbuh Dr. Soedibyo.

 

Diterangkan,  melalui kegiatan salah satunya PIK Remaja tersebut siklus masa transisi remaja ini dapat isi dengan  hal-hal positif, ini juga  harus dikawal agar berjalan dengan baik, kini waktunya kita semua, mulai dari pemerintah, swasta, dan segenap unsur civil society lainnya bekerjasama dalam upaya mempersiapkan kaum muda yang nantinya akan menentukan  masa depan bangsa.

Acara GenRe Goes To Pesantren dilanjutkan dengan Talkshow dan dialog GenRe yang disiarkan langsung oleh TVRI Surabaya. Sebagai nara sumber dalam talkshow tersebut adalah Plt Kepala BKKBN DR. Soedibyo Alimoeso, KH Afifudin Muhajir, MAg dan KH. Imam Nakhoi, MHi. (AT/Humas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *