GERAKAN POSYANDU DORONG PENINGKATAN KESEHATAN ANAK

GERAKAN POSYANDU DORONG PENINGKATAN KESEHATAN ANAK

Ketua TP- PKK Pusat, Ny Vita Gamawan Fauzi

Ketua Tim Penggerak PKK Pusat Ny. Vita Gamawan Fauzi mengatakan, gerakan Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap) bertujuan ikut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.  Hal ini sesuai dengan visi dan misi PKK Pusat dan PT Nestle Indonesia.

“Ini merupakan kelanjutan dari  nota kesepahaman antara Tim Penggerak PKK Pusat dan PT.Nestle Indonesia dalam Seminar Nasionall Batita Indonesia TAT di Pontianak 30 Mei 2011,” kata ujar istri Mendagri saat acara peresmian Gebyar  Posyandu Peduli TAT di GOR Ken Arok,Malang, Senin (13/2).

Menurutnya, gerakan ini untuk mendukung program pemerintah dalam merevitalisasi dan meningkatkan kualitas Posyandu di  Indonesia. Upaya ini diharapkan mampu meningktatkan peran para kader Posyandu sebagai ujung tombak kesehatan dan mendorong lebih banyak lagi masyarakat datang ke Posyandu untuk memonitor pertumbuhan anak mereka yang berumur dibawah 3 tahun

Sementara itu, Direktur PT.Nestle Indonesia Jasan Avan Cena mengatakan, Gerakan Posyandu TAT merupakan salah satu bentuk komitmen  PT Nestle Indonesia dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

“Kami optimistis melalui gerakan nasional  seperti ini dapat meningkatkan pengetahuan para kader Posyandu untuk mewujudkan batita Indonesia yang lebih sehat,”terangnya.

Kegiatan seperti ini juga telah dilaksanakan di Bekasi pada 24 Januari 2012. “Hari ini kami menggelar di Malang, karena provinsi ada pabrik Nestle Dancow,” imbuhnya.

Ditambahkan Jason, pihaknya setiap harinya menampung sekitar 650.000 liter susu segar dari 33.000 peternak sapi perah yang tergabung dalam 35 koperasi susu di Jatim

 

Posyandu punya andil tingkatkan kesehatan

Pada kesempatan yang sama, Bude Karwo spaan lekat  Ny.Hj. Nina Soekarwo ini menambahkan, Posyandu memiliki peran sangat besar dalam dalam mewujudkan pembangunan dan meningkatkan kesehatan di Jatim.

Keberadaan Posyandu di Jatim bisa diandalkan dalam mengatasi gizi buruk  yang disebabkan oleh pola asuh yang salah serta kurangnya  dalam memenuhi asupan gizi bagi anggota keluarganya “Untuk mewujudkan keluarga sadar gizi,  para kader melakukan pendampingan diimbau membawa balita yang kurang gizi ke Posyandu,” ujarnya ,

Berbasis pada potensi Posyandu dan perkembagan PAUD di Jatim Tim Penggerak PKK Prov Jatim telah membentuk 10.000 taman Posyandu yang ditargetkan terwujud pada akhir 2013. Gagasan ini telah mendapat dukungan seluruh SKPD yang tergabung dalam Dewan Penyantun TP PKK Povinsi Jatim yang sedang merancang langkah guna percepatan pencapaian target tersebut

Posyandu di Jatim  berjumlah 45.603 dengan kualifikasi Pratama : 4.136 (9,07%), Madya 18.533 (40,64%), Purnama 21.041 (46,14%) dan Mandiri 1.893 (4,15%). Kader yang tercatat di Posyandu sebanyak  226.829, yang aktif 206.227 kader, sedangkan balita jumlahnya  sebanyak 2.946.956. (Humas Setdaprov. Jatim/hen/sumantri (AT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *