Gubernur Lantik Kepala BKKBN Jawa Timur

Gubernur Lantik Kepala BKKBN Jawa Timur

 Gubernur  Jawa Timur Soekarwo, melantik dan mengambil sumpah jabatan Ir.Dwi Listyawardani M.Sc DipCom sebagai Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Propinsi Jawa Timur. Pelantikan dilaksanakan di Gedung Grahadi Surabaya, Selasa (01/04) pk.10.00 WIB.
Diawal sambutannya, Soekarwo mengapresiasi kinerja BKKBN Propinsi Jawa Timur yang dinilai telah bekerja secara maksimal sehingga bisa meningkatkan kualitas keluarga di Jawa Timur.  “Dengan dilantiknya Kepala BKKBN Jawa Timur yang baru, diharapkan ke depan kinerja BKKBN Jawa Timur dalam melaksanakan program kependudukan, Keluarga Berencana (KB) dan pembangunan keluarga dapat bergerak lebih cepat lagi,” kata Soekarwo.
Dalam Pelantikan ini turut hadir Deputi Bidang Keluarga Sejahtera / Pemberdayaan Keluarga BKKBN Pusat Dr. Sudibyo Alimuso, MA dan dihadiri beberapa Kepala SKPD KB Kabupaten / Kota.
Soekarwo berharap agar kerjasama yang sudah dijalin BKKBN Jawa Timur dengan berbagai para mitra dan stakeholder kian ditingkatkan. Termasuk kerjasama dengan kalangan Ulama dan TNI/Polri. “Setiap kabupaten/kota mempunyai persoalan KB yang beragam satu sama lain. Nah, ada baiknya BKKBN Jatim memberikan pendampingan langsung ke kabupaten/kota secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ir.Dwi Listyawardani M.Sc DipCom, setelah dilantik dan diambil sumpahnya, mengatakan, pembangunan Keluarga Berencana (KB) tahun ini akan difokuskan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas keluarga di Jawa Timur.
Selama ini Jawa Timur memiliki peran besar sebagai propinsi yang menopang keberhasilan program KB secara nasional. Sehingga apabila Jatim gagal akan sangat berpengaruh terhadap masalah kependudukan nasional. “Target kami, kedepannya masyarakat tidak hanya menggunakan alat kontrasepsi, tapi diharapkan juga bisa menciptakan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera,” jelasnya.
Dwi Listyawardani merupakan mantan Sekretaris Badan BKKBN Jatim dan Kepala BKKBN di Kepulauan Riau dan Kalimatan Barat. Pengalaman ini yang menjadi modal bagi Dwi Listyawardani dalam memimpin BKKBN Jatim.
Dwi Listyawardani mengungkapkan, tahun 2014 adalah tahun terakhir RPJMN 2010-2014 dan pelaksanaan MDG’s akan berakhir tahun 2015. Untuk itu, tahun 2014 adalah tahun pemantapan pelaksanaan program pembangunan di semua sektor, termasuk dalam hal ini program kependudukan, KB dan pembangunan keluarga agar sasaran dalam RPJMN tahun 2010-2014 dan MDG’s 2015 dapat tercapai dengan baik. (JP)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *