Gus Ipul dalam Temu Sapa Gubernur : LPP Harus Dikendalikan

Gus Ipul dalam Temu Sapa Gubernur : LPP Harus Dikendalikan

Salah satu masalah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia adalah Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) yang masih tinggi, kalau LPP ini tidak dikendalikan,  kedepan bangsa Indonesia akan menghadapi masalah serius. Oleh karena itu Pemerintah Provinis Jatim berusaha memberikan perhatian yang lebih fokus pada masalah-masalah Kependudukan dan  Keluarga Berencana.

Demikian ditegaskan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. Saifullah Yusuf ketika memberikan sambutan pada acara Temu Sapa Wagub dengan kader PKK,  Gardalila (Gerak Derap Lini Lapangan), PLKB  (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) Kab/ kota seluruh Jatim, di gedung ACC Kampus C Universitas Airlangga Surabaya, Senin (18/11).

Menurut Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Ipul tersebut,  Provinsi Jatim yang merupakan salah satu Provinsi terbaik dalam rangka mengendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) akan terus berusaha sekuat tenaga mempertahankan angka LPP tersebut dan berusaha untuk terus memperbaiki.

“Dan keberhasilan Jatim  adalah berkat kerja keras para kader PKK, Gardalila dan PLKB” kata Gus Ipul.

“Saya bangga BKKBN dan para kader telah bekerja keras memberikan motivasi kepada masyarakat untuk ikut menjadi peserta KB sehingga Jatim sukses dalam program KKB, semua itu berkat para kader. Oleh karena itu saya ingin seluruh keluarga besar BKKBN termasuk para kader di seluruh Jawa Timur sebagai ujung tombak kesuksesan KB ini berkumpul dalam jumlah yang sangat besar supaya bisa menunjukkan kerukunan dengan melakukan suatu kegiatan kebersamaan, misalnya senam bersama, bahkan kalau mungkin bisa memecahkan rekor MURI,” imbuhnya.

Ditambahkan, yang sangat membanggakan, katanya, makin banyak pasangan suami isteri yang terus secara sukarela menjadi bagian dari program KB, tidak hanya isteri saja, sekarang para suami sudah banyak yang mengikuti program KB pria. Tapi masih banyak yang belum mengikuti program ini. Maka tugas kita meningkatkan jumlah pasangan suam isteri yang mengikuti program KB.

Dalam bekerja harus mempunyai target, lanjutnya. Secara nasional tujuannya memenuhi MDG’s yang merupakan standar tujuan seluruh negara di dunia. Kalau provinsi Jatim dikatakan berhasil dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti Angka Kematian Ibu melahirkan (AKI) tahun 2012 sebanyak 97,43/ 100.000 kelahiran hidup, padahal nasional 102/ 100.000, sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2012 di Jatim sebanyak 25,95/1000 kelahiran hidup, target MDG’s 23, berarti sedikit lagi Jatim akan berhasil memenuhi target.

Data tersebut menunjukkan bahwa kinerja pembangunan di Jatim hasilnya sudah cukup baik, namun harus terus dioptimalkan lagi. “Untuk itu kedepan harus lebih meneguhkan sikap, kedepan Jatim harus bisa menjadi yang terbaik dalam program-program BKKBN,” tandasnya.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Dr. Wendy Hartanto, MA, yang juga memberikan sambutan, menyampaikan terima kasih atas kiprah dan kerja keras para kader KB yang telah memberikan sumbangsih besar, bahu membahu membangun program KKB khususnya di  wilayah Jawa Timur.

“Program KB saat ini tidak hanya untuk mengendalikan penduduk, tetapi yang tidak kalah penting adalah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga“ ungkap Dr. Wendy Hartanto, MA.

Untuk itu sebagai kader dan PLKB, dituntut untuk dapat mengikuti perubahan dengan meningkatkan kemampuannya sehingga tidak tertinggal. Antara lain dengan memfasilitasi pelayanan yang berkualitas atau pelayanan prima guna merespon keinginan masyarakat, tidak hanya pelayanan pertama atau pasang baru tetapi pada pelayanan selanjutnya. Memperkuat jaringan pelayanan dan berikan informasi yang memadai. Optimalkan pembinaan kesertaan ber-KB dan manfaatkan MUYAN KB. Meningkatkan kegiatan KIE pada masyarakat dan tidak lupa adalah menjalin kemitraan. Yang tak kalah penting menjelang beroperasinya BPJS Kesehatan adalah ketersediaan alat kontrasepsi di klinik maupun rumah sakit harus diperhatikan dengan baik.

Sementara itu Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Dra. Suhartuti, MM dalam laporannya mengatakan acara Temu Sapa dengan Wagub yang diharidiri paling tidak 2.500 kader ini merupakan rangkaian acara yang digelar Perwakilan BKKBN Jawa Timur untuk mendukung suksesnya program Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan, yang pencanangannya sudah dilakukan akhir bulan Oktober lalu oleh Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Ibu Nina Soekarwo. Selain Temu Sapa Gubernur juga digelar Mupen On The Road Lintas Jawa Timur dan Pelayanan IUD Emas Pusmupar di 38 Kabupaten/ Kota se Jawa Timur.

Temu Kader ini dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan dan motivasi kerja para kader, sekaligus sebagai ajang untuk bertukar pengalaman atas kiprahnya yang telah dilakukan di daeah masing-masing dengan tulus ikhlas dan penuh dedikasi tanpa kenal lelah dan tanpa pamrih, saling bahu membahu membangun dan memberdayakan keluarga melalui program kependudukan dan KB.

Dalam acara Temu Sapa tersebut juga diserahkan hadiah untuk pemenang lomba Poster Genre, Lomba RAP Genre dan Lomba Spot KB Radio Komunitas serta pemberian sertifikat untuk peserta Mupen On The Road. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wagub Jatim Drs. Saifullah Yusuf didampingi Deputi Bidang Pengendalian Penduduk, Dr. Wendy Hartanto, MA dan PLT. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Shuratuti, MM.

Dalam acara tersebut dilaksanakan pula pelayanan MOP, dimana sedikitnya 6 orang secara spontan mengikuti pelayanan MOP yang dilakukan di bus pelayanan. Sedangkan mendapat pencapaian terbaik selama Pelayanan IUD Emas adalah Kabupaten Mojokerto sebagai Kabupaten dengan pencapaian akseptor IUD terbanyak  yakni 1700 akseptor.(AT/ Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *