HARI KELUARGA DAN SEBUAH MOMENTUM

HARI KELUARGA DAN SEBUAH MOMENTUM

Dengan perkiraan pertumbuhan penduduk 1,49 persen setiap tahun atau 3,54 empat juta, prediksi jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 245 juta jiwa. Jumlah yang tidak kecil untuk sebuah Negara yang tengah berjuang untuk lebih maju. Lalu, apa makna yang bisa dipetik dari Hari Keluarga 2013 ?

Jumlah penduduk memang melonjak dari target . Tadinya para demographer memperkirakan jumlahnya hanya bertengger di angka 235 juta. Nyatanya, meleset dan membengkak sekitar tiga juta jiwa. Ini diketahui ketika Badan Pusat Statistik (BPS) meluncurkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010. Jumlah penduduk Indonesia telah melewati ‘ambang batas’ perkiraan, mencapai 237 juta jiwa.

Dari hasil sensus tersebut para ahli kependudukan juga melihat, hampir seluruh kegiatan pembangunan tidak menyasar kepada pembangunan berwawasan kependudukan. Banyak pemerintah daerah lebih mementingkan ‘profit’ langsung. Karena itu, keterlibatan instansi pemerintah pusat dan daerah begitu dinanti oleh program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB).

Negatifkah partumbuhan penduduk saat ini? Dari banyak sisi, masyarakat bisa mengupasnya. Satu diantaranya adalah menjadikan pertumbuhan penduduk yang ‘kurang terkendali’ dewasa ini sebagai momentum untuk menarik perhatian dan kepedulian pemerintah, khususnya pemerintah daerah terhadap penting dan strategisnya program Kependudukan dan KB.

Hasilnya, memang sudah ada. APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) di banyak daerah mulai ditingkatkan untuk program Kependudukan dan KB. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional) untuk program ini pun meningkat sejak itu . Dari sebelumnya pernah di angka Rp700 juta, kini alokasi anggarannya mencapai Rp2,5 triliun.

Sayangnya, pencapaian-pencapaian itu belum mampu ‘memuaskan’ harapan pemangku kepentingan dalam program Kependudukan dan KB. Harus lebih dari itu, dalam banyak hal, karena program ini sarat bukan hanya dengan program pegendalian pertumbuhan penduduk tetapi juga dengan upaya-upaya pembangunan keluarga sejahtera, kesehatan reproduksi dan mobilitas penduduk.(di sadur dari Jurnal Keluarga Edisi keempat 2013)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *