HINGGA Desember 2010, PUS YANG IKUT KB CAPAI 12,18 PERSEN

HINGGA Desember 2010, PUS YANG IKUT KB CAPAI 12,18 PERSEN

Berdasarkan dataBKKBN hingga akhir Desember 2010, jumlah PUS ( Pasangan Usia Subur ) di Jatim sebanyak 7.846.174,akan tetapi yang ikut KB (Keluarga Berencana) baru955.336 atau sebesar 12,18persen.

Pernyataan itudisampaikan Sekdaprov. Jatim, Dr. H. Rasiyo, MSi,saat membuka Rapat Kerja Daerah Kependudukan dan KB Prov. Jatim Tahun 2011 diRuang Rapat Lt. III Gedung Bappeprov. Jatim Jl Pahlawan Surabaya, Rabu (9/2).

Dikatakannya, dari 7.846.174 PUS yang ada di Jatim, terdapat jumlah PUS bukan peserta KB yang menunda memiliki anaksebanyak 457.527 pasangan dan yang tidak ingin mempunyai anak sebanyak 497.809pasangan. Dari data itu, diketahui bahwa perkembangan angka Unmetneed di Jatim secara prosentase menurun, namun secara nominaldari tahun sebelumnya yaitu 2006 – 2009 cenderung meningkat.

Padahal, tambahnya,salah satu sasaran penggarapan Unmetneed adalahpemakaian KB yang ditambah dengan hamil, dan setelah melahirkan merupakan sasaran sebagai peserta KB baru serta jumlah perkawinan yang dibawah usia 21 tahun. Dengan masih tingginya Unmetneed diJatim, berarti perlu ada penggarapan KB yang lebih strategis,antara lain dengan melakukan pendekatan yang lebih intensif kepada pemdasetempat untuk mendukung program KB. Atau dengan memantapkan kemitraan dalamrangka mencapai sasaran unmetneed melalui KIE dan meningkatkan pembinaan tekniskhusus pelayanan kontrasepsi bagi kelompok unmetneed.

Lebih lanjut Sekdamengatakan, kalau dilihat dari pencapaian program berencana tahun 2010 secarakeseluruhan, Jatim sudah bagus. Yaitu dari sasaran 1.066.462 peserta KB baru dari semua metode di Jatim, angka yangbisa dicapai sebesar 1.171.619 atau 109,86 %. Kalau untuk pasangan baru wanitasebanyak 1.019.925 sasaran, angka yang dicapai sebesar 1.122.376 atau 110,12 %,IUD sebanyak 121.925 sasaran angka yang dicapai sebesar 99.981 atau 82,00 %,MOW sebanyak 13.059 sasaran angka yang dicapai 16.136 atau 123,56 %. Implantsebanyak 26.125 sasaran angka yang dicapai 63.378 atau 242,00 % dan untukprogram suntik dengan sasaran sebanyak 490.523 angka yang dicapai sebesar662.092 atau 134,97 % sedangkan program PHsebanyak 367.573 sasaran angka yangdicapai sebanyak 280.789 atau 76,39 %.

Sedang untuk programbaru (KB) pria dari 47.248 sasaran angka yang dicapai sebesar 49.243 atau 104,22 % yangterdiri dari dua macam program. yaitu program Kondom sebanyak 43.939 sasaran angka yang dicapai sebanyak45.112 atau 124,84 % dan program MOP/Vasektomi sebanyak 3.309 sasaran angkayang dicapai sebanyak 4.131 atau 104,22 %.

Sementara pencapaianprogram ketahanan dan pemberdayaan keluarga 2010 di jatim sangat bagus, sepertikeluarga balita aktif BKB dari sasaran 538.414 angka yang dicapai sebesar 538.694 atau 100 %, keluarga remaja aktif BKR dari sasaran 200,889angka yang dicapai sebesar 184.559 atau 91,87 % dan julah keluarga usahapeningkatan pemberdayaan keluarga sejahtera dari sasaran 12.459 angka yangdicapai bisa melebihi yaitu sebesar 13.615 atau 109,28 % serta jumlah keluargaUPPKS dapat akses modal sebanyak 3.338 sasaran angka yang dicapaipun melebihitarget yaitu 3.855 atau 115, 49 %.

Selanjutnya Rasiyomenambahkan, untuk pencapaian program kependudukan, dari data sensus 2010jumlah penduduk jatim sebanyak 37.476.011 jiwa, dengan laju pertumbuhanpenduduk 0,49 sementara nasional sebesar 1,43 dan MDGs 1,1 %. Angkatingkat kesuburan (TFR) nasional sebesar 2,3, Jatim 1,92 dan MDGs sebesar 2,1; dan untuk angaka kematian bayi nasional sebesar 34/1000kelahiran, jatim 28,2/1000 kelahiran dan MDGs 23/1000 kelahiran. Semua inimenunjukkan bahwa program KB di Jatim hasilnya sangat bagus dan memuaskan. ”Untuk itu, pemprov jatim dalam menangani kemiskinan melalui program KB. Sebab,dengan berhasilnya program KB otomatis kesejahteraan masyarakat akan meningkatdan kesehteraannyapun akan lebih baik,” tegasnya.

Ditempat yang sama,Kepala BKKBN Jatim Moch. Is menjelaskan, tujuan Rakerda Kependudukan dan KB Prov. Jatim ini untuk mengevaluasi pelaksanaanprogram kependudukan tahun 2010 dan sekaligus untuk merumuskan kebijakan,strategis dan langkah- langkah operasional pelaksanaan KKB tahun 2011.

Rakerda seharidiikuti 200 peserta dari Buapti/walikota se jatim, Kepala SKPD-KB Kab/Kota,Mitra kerja terkait tingkat Prov.Jatim dan pejabat struktural danfungsional BKKBN prov. Jatim.( Humas Prov. Jatim/Dilla, Sulkan)

 

Sumber

Berita Humas Pemprov Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *