Ibu Menyusui Boleh Puasa, Asal…

Ibu Menyusui Boleh Puasa, Asal…

Kemampuan seorang ibu untuk berpuasa pada masa-masa menyusui berkaitan erat dengan kondisi kesehatannya.Kesehatan yang dimaksud adalah yang berkaitan dengan pola hidup dan pola makan, apalagi pada Ramadhan. Asupan gizi pada ibu menyusui harus memadai untuk menyuplai laktasi yang dibutuhkan sang bayi. Nah, agar aktivitas berpuasa dan menyusuinya berjalan lancar dan menyehatkan, berikut tips cara berpuasa yang sehat bagi ibu menyusui.

 

Kerjakan sahur

Jangan tinggalkan waktu sahur, karena pola konsumsi selama bulan Ramadhan berubah sehingga makan sahur menjadi penting dalam menjaga asupan serta kondisi tubuh sepanjang hari.

 

Menyeimbangkan komposisi gizi pada menu makanan

Pada dasarnya, tubuh ibu menyusui memerlukan 700 kalori setiap harinya. Pada saat berpuasa, 70% dari jumlah kalori yang dibutuhkan ini didapat dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Sisanya didapat dari cadangan energi yang tersimpan dalam tubuh. Mengonsumsi makanan bergizi pada saat sahur, berbuka, dan setelah tarawih harus dipertahankan. Sebagai alternatif menu, satu porsi opor ayam sekitar 200 gram mengandung 700 kalori. Santan pada opor memiliki kandungan kalori yang sangat tinggi. Jika dengan kuah, satu porsi opor mengandung 700 kalori, tetapi ayamnya hanya mengandung 200 kalori. Satu potong rendang dengan berat 340 gram mengandung lebih dari 800 kalori. Segelas es buah dengan ukuran 180 ml mengandung 173 kalori.

 

Perbanyak cairan

Perbanyak konsumsi cairan, karena selama berpuasa kondisi cairan tubuh berkurang dapat disubtitusi oleh minuman yang hangat dan manis, maupun kurma yang dapat memberi energi bagi ibu menyusui.

 

Istirahat cukup

Istirahat yang cukup, selain bernilai ibadah maka kualitas istirahat yang baik bagi Busui dapat membantu relaksasi baik secara fisik maupun psikologis sehingga dapat membantu mendukung terbentuknya produksi ASI secara baik dan normal.

 

Konsultasi ke dokter

Konsultasikan kondisi kesehatan ke dokter Anda secara teratur, dan segera hubungi dokter bila terjadi perubahan kondisi kesehatan seperti mual, pusing, muntah, agar dapat ditangani lebih lanjut serta diberikan saran yang terkait.

 

Sumber : http://ramadhan.inilah.com/read/detail/1883725

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *