Jatim Perbarui Rekor MURI IUD

Jatim Perbarui Rekor MURI IUD

Perwakilan BKKBN Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Jawa Timur berhasil membuahkan rekor baru Pelayanan KB IUD secara serentak di 38 Kabupaten/Kota sebanyak  29.306 akseptor, pada tanggal 20 Juni 2012.

“Saya merasa bangga dan bersyukur, pemecahan MURI IUD berjalan dengan lancar. Sebenarnya target kami hanya 27.000, tapi berkat kerjasama yang sangat baik antara BKKBN, IBI dan Dinkes, target terlampaui. Saya berterima kasih sekali kepada ibu-ibu bidan juga dokter yang telah berkerja keras membantu pelayanan untuk membuahkan rekor MURI baru ini” ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Djuwartini, SKM, MM ketika memberikan sambutan usai dicapainya rekor MURI baru, dengan pelayanan selama dua hari itu. Djuwartini berharap semangat kebersamaan ini terus dipupuk dan dilanjutkan guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Rekor Pelayanan KB IUD secara serentak di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur sebelumnya sudah dipegang oleh Jawa Timur, yakni pada di tahun 2011 dengan  jumlah akseptor 24.262 dan tahun ini berhasil dicapai rekor baru dengan perolehan jumlah 29.306 akseptor. Dengan rekor baru ini, Jawa Timur menjadi provinsi yang paling bayak mengoleksi rekor MURI yang berkaitan dengan bidang KB. Antara lain pelayanan KB Suntik dengan peserta 8.276, pelayanan KB MOP dengan peserta 340 akseptor, permainan KB responsif gender dengan  beberan terbanyak yaitu 38 beberan, pelayanan KB MOW dengan peserta terbanyak 3850 akseptor (28 Februari 2012) dan pelayanan KB implant dengan peserta terbanyak 32.098 akseptor (12 Mei 2012).

Dalam pemecahan rekor MURI kali ini, tim pengumpul data yang dipimpin oleh dr. Sofyan Rizalanda sempat dibuat deg-degan karena sampai pukul 14.00 WIB angka yang masuk baru tercapai 12.000, padahal waktu hanya dibatasi sampai pukul 16.00. Namun setelah melewati pukul 14.00 WIB, angka terus naik dan mencapai puncaknya sampai 29.306 akseptor. Dari 38 kabupaten/kota yang paling banyak menyumbang askseptor adalah kabupaten Mojokerto dengan  3.232 akseptor disusul kabupaten Jember dengan 2126 askseptor. Sementara kabupaten kota yang menyumbang akseptor lebih dari seribu antara lain  Kabupaten Sidoarjo, Kab. Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar.

Dalam pelaksanaan  pelayanan KB IUD ini, menurut Hj. Endang Sri Resmiyati, SH, SST, MMKes, Ketua PD IBI Jawa Timur, IBI Jatim mengerahkan sedikitnya 4.416 bidan, para bidan ini sudah mendapat pelatihan CTU. Masih menurut Endang, jumlah bidan di Jawa Timur saat ini mencapai 16.135, 2016 diantaranya telah tersertifikasi bidan delima.

“Untuk pelaksanaan pemasangan IUD ini semua akseptor tidak dipungut biaya atau digratiskan. Sedangkan untuk biaya operasionalnya, dana yang dikeluarkan untuk setiap akseptor adalah Rp. 85.000,-“ ungkap Kepala Bidang KB – KR Perwakilan BKKBN Jatim,  Dra. Sri Suparmi, MSi.

Sertifikat rekor MURI Pelayanan KB IUD  dengan nomor rekor 5466 diserahkan oleh pihak MURI kepada Perwakilan BKKBN Jawa Timur sebagai Pemrakarsa, juga Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan IBI Jawa Timur sebagai Penyelenggara. (AT/Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *