Kabupaten Ngawi dan Nganjuk Gelar Rakerda Program KKB Tahun 2013

Kabupaten Ngawi dan Nganjuk Gelar Rakerda Program KKB Tahun 2013

Selasa, 5/03/2013, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Djuwartini, SKM, MM menghadiri Rakerda Program KKB (Kependudukan dan Keluarga Berencana) Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Ngawi yang dilaksanakan di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi. Ratusan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) ikut serta dalam acara yang dibuka secara langsung oleh Bupati Ir. H. Budi Sulistyono dan Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, ST tersebut.

Djuwartini, SKM, MM dalam sambutannya menyampaikan, Pencapaian Program Kependudukan dan KB Kabupaten Ngawi antara lain Total Fertility Rate (TFR) berada pada angka 2,018 (Sensus Penduduk Tahun 2010) sedangkan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 115,72  per 100.000 kelahiran hidup (Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur).

“Ini berarti TFR di Kabupaten Ngawi sudah mendekati penduduk tumbuh seimbang, mudah-mudahan pencapaian yang sudah baik ini dapat dipertahankan dan dioptimalkan lagi,” jelas Djuwartini.

Selain dan keberhasilan dalam pencapaian program KKB, Kabupaten Ngawi berhasil meraih Juara  Harapan I dalam Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan untuk Kategori Lingkungan Bersih dan Sehat Tingkat Provinsi Jawa Timur akhir tahun 2012 lalu.

Selain Kabupaten Ngawi, Kamis (28/02/2013) lalu, Rapat Kerja Daerah Pembangunan Kependudukan dan KB Tahun 2013 dihelat pula di Kabupaten Nganjuk bertempat di Ruang Rapat Anjuk Ladang Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk. Rakerda yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Nganjuk, KH. Abdul Wachid Badrus  ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Djuwartini, SKM, MM, Kader KB se Kabupaten Nganjuk dan Kepala Puskesmas dari 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten Nganjuk.

Djuwartini, SKM, MM ketika menyampaikan sambutan menyebutkan bahwa tahun 2012 Pencapaian Program KKB Kabupaten Nganjuk yang meliputi Pencapaian Peserta KB Baru adalah sebesar 133,62%, pencapaian Peserta KB Pria sebesar 115,88%, Peserta KB Aktif tercapai 106,89%. Sedangkan Kelompok PIK Kategori Tumbuh di Kabupaten Nganjuk tercapai 80%, Kategori Tegak tercapai 85,7% dan Kategori Tegar tercapai 100%.

“Untuk Pencapaian Bina Keluarga Remaja (BKR) tercapai 117,99%, Bina Keluarga Lansia (BKL) tercapai 126,42%, Kelompok UPPKS tercapai 100%, sedang pencapaian PUS (Pasangan Usia Subur) Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I Anggota Kelompok UPPKS yang menjadi peserta KB adalah sebesar 100,9%,” ulas Djuwartini.

Sementara itu Wachid Badrus di tempat yang sama menyampaikan, program KB harus terus digalakkan untuk mengatur kelahiran dan jumlah penduduk. Menurut Wachid, saat ini semboyan “Banyak anak, banyak rezeki” yang dahulu  sering didengar, sudah kurang relevan.

“Banyak anak bisa jadi bukan menjadi banyak rezeki, tetapi bisa jadi menumpuk pengangguran, karena kurangnya lapangan kerja di lingkungan tersebut,” jelasnya.

Wakil Bupati Nganjuk tersebut menambahkan, harus ada penanganan secara serius mengenai masalah kependudukan. Antara lain penduduk usia remaja yang jumlahnya cukup besar, yang nantinya akan menjadi pasangan usia subur, harus digarap melalui program GenRe (Generasi Berencana). Selain itu perlu meningkatkan pembinaan peserta KB aktif melalui pembinaan ketahan keluarga, menurunkan angka drop out KB, juga pelayanan KB harus ditunjang dengan pemberian KIE secara personal agar dapar mencapai hasil optimal dalam merubah sikap dan perilaku masyarakat untuk ikut program KB,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *