KADIN Jatim cetak trainer pendamping kelompok UPPKS

KADIN Jatim cetak trainer pendamping kelompok UPPKS

KADIN  bekerja sama dengan Jetro (Japan External Trade Organization) mengadakan Training of Trainers (TOT) program Bimbingan Usaha KADIN – JETRO,  acara ini  dilaksanakan 29 Februari  s/d 4 Maret 2012 yang lalu. Dengan melibatkan Pemateri  berbagai pihak, di antaranya Universitas Ciputra, Bank Indonesia, PT Jamkrida, dan Jetro Expert. Program tersebut bertujuan untuk melatih tenaga pendamping UKM di daerah Jawa Timur.

 

Dengan program ini diharapkan Kadin Daerah dapat membentuk sistem lembaga pembimbing usaha di masing-masing daerahnya. Meskipun ini merupakan program bimbingan terakhir dari JETRO, akan tetapi diharapkan masing-masing daerah yang telah diberikan pelatihan dapat membuat lembaga-lembaga pelatihan di masing-masing daerah, President Direktur JETRO  Kenichi Tomiyoshi  dalam sambutannya dalam acar pembukaan .

 

Kenichi juga menambahkan bahwa para pakar usaha, seperti Kadin, kelompok usaha, konsultan dan sebagainya perlu bersama-sama melakukan bimbingan dan dukungan untuk berusaha dan mewujudkan perkembangan industri. Untuk itu Sebagai tahap awal, dilakukan pelatihan dan peningkatan kapasitas kemampuan pembimbing usaha ini.

 

BKKBN Jawa Timur mendapat kesempatan memanfaatkan program yang pada publish bernilai 10 jt/person dengan Free, dan siap dengan peserta para  pengelola program Pemberdayaan Ekonomi Keluarga  BKKBN Provinsi Jawa Timur dan 38 Kabupaten/kota, para   peserta  belajar mengenai bimbingan usaha dari para ahli yang didatangkan dari Jepang serta melakukan presentasi tentang Business Plan UKM ( Kelompok UPPKS ) yang sedang ditangani.

 

Sebelumnya, 60 orang calon pembimbing usaha di Kadin Indonesia, yang terdiri  dari 40 peserta  utusan BKKBN Provinsi Jawa Timur, 3 dari ISWI, 3 dari Forda, 3 dari Kadin Jatim, 6 dari Kadin daerah dan 5 dari pengusaha, harus menyelesaikan kurikulum yang intensif dan dinilai telah memenuhi standar kompetensi, sehingga mendapatkan sertifikat sebagai Pembimbing usaha dari Kadin Indonesia dan Jetro.

 

Para pembimbing usaha ini dilatih baik di dalam kelas maupun di lapangan agar mampu mendampingi UKM guna mengatasi berbagai masalah manajemen terutama perbaikan akses pembiayaan sesuai dengan tujuan dari program ini, yakni menciptakan para pembimbing usaha untuk memberikan bimbingan bisnis kepada pelaku UKM agar dapat mengakses pembiayaan (Bankable).

Menurut Ketua Kadin Indonesia Bidang UMKM ( Drs. Soetrisno), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia merupakan organisasi bagi kita semua, menjadi payung bagi dunia usaha Indonesia. Melalui UU No.1 tahun 1987, Kadin Indonesia menjadi satu-satunya organisasi yang mewadahi para pengusaha Indonesia, bergerak dalam bidang perekonomian. Karena itu beliau sangat apresiate terhadap rencana pelaksanaan TOT yang dilakukan Kadin Jatim bekerjasama dengan Tim JETRO (Japan External Trade Organization). Kegiatan  ini akan lebih efektif bila bisa dilakukan kerjasama yang baik antara aktivitas ekonomi lokal yang telah dilaksanakan di setiap daerah dengan program peningkatan kapasitas untuk UKM. Selain itu, agar pengetahuan usaha yang telah diajarkan oleh para staf ahli kali ini bisa mengarah pada perkembangan ekonomi daerah, maka diharapkan kepada para peserta dapat menerapkan dan mengembangkan pengetahuannya sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.

Selama  program berjalan,  para peserta dituntut mampu mengimplikasikan program tersebut dalam business plan. Untuk presentasi, masing-masing yang terbagi dalam 6 kelompok sebelumnya melakukan pengamatan terhadap 6 kelompok UPPKS Kota Surabaya, yang telah teridentifikasi masalahnya oleh Pemateri JETRO dan KADIN. Itu yang dikatakan Prof. Dr. Sam Abede Pareno,MM.MH  President Direktur Kadin Institut. Selain itu dikatakan bahwa Sebelum Soft Opening, BKKBN Jatim lah  yang memanfaatkan tempat ini semoga kedepan Kadin Institut lebih mendapat berkah.

 

Selain itu kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur, Djuwartini. SKM.MM memaparkan dalam sambutannya sesuai misi BKKBN yaitu mewujudkan Pembangunan Berwawasan Kependudukan dan mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera, maka tugas yang diemban semakin berat khususnya dalam program Ketahanan Keluarga dan Pemberdayaan keluarga dalam usaha memutus rantai kemiskinan. Menurut Djuwartini, SKM.MM kepala BKKBN Jawa Timur, Beberapa faktor yang menjadi kendala UMKM (Kelompok UPPKS)  untuk berkembang selama ini di antaranya adalah rendahnya kualitas SDM, tiadanya aset, minimnya jaringan pasar, pendanaan yang terbatas, dan manajemen yang kurang profesional. Faktor-faktor itu menjadikan UMKM tidak bankable di mata lembaga perbankan. Akibatnya, mereka sulit mendapatkan kredit untuk permodalan. Padahal, secara kualitas, usaha  itu sangat feasible dan memiliki peluang besar untuk menjadi besar.

Ir. H. Deddy Suhajadi  dalam Sambutan membuka  Acara TOT tanggal 29 Feb 2012 menanggapi benar  “Jumlah UMKM ( kel. )UPPKS yang feasible tapi tidak bankable di jatim sangat banyak, jumlahnya mencapai ribuan kelompok. Untuk itu, kami bersama Universitas Petra,  PT Jamkrida, dan JETRO expert,  saat ini sedang dan akan  menformulasikan langkah konkrit untuk mengatasi problem tersebut. Salah satunya adalah dengan memberi kesempatan pada   BKKBN Jawa Timur mengirimkan 40 peserta TOT 38 kota kabupaten di Jatim yang menjadi pendamping UMKM di setiap daerah mereka,” dari 60 peserta yang direncanakan dilatih, katanya. Selain bisa meningkatkan kinerja UMKM, langkah ini, menurut Deddy, juga diharapkan bisa menumbuhkan wirausaha baru di berbagai sektor ekonomi, sinergi dengan program sejuta wirausahaJatim.

Pada kesempatan yang sama, Special Advisor Board Members of Kadin Indonesia (Jetro Expert) Kazuhisa Matsui menyatakan sangat apresiatif dan mendukung atas rencana tersebut. Ia juga sangat bangga dengan Kadin Jatim yang telah memiliki Kadin Institute yang bisa menjadi cikal bakal tumbuhnya wirausaha baru di Jatim. Ia berharap, langkah Kadin Jatim mengembangkan UMKM melalui pelaksanaan TOT bersama BKKBN ini akan diikuti oleh seluruh Kadin di Indonesia. “Rini BKKBN”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *