Kendalikan Penduduk, BKKBN Prioritaskan Grand Design

Kendalikan Penduduk, BKKBN Prioritaskan Grand Design

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memprioritaskan Grand Design Kependudukan dan Revitalisasi KB sebagai upaya mengendalikan pertumbuhan kependudukan di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 237,6 juta jiwa dengan angka pertumbuhan 1,49 persen. Hal tersebut disampaikan Kepala BKKBN Sugiri Syarief saat membuka Konsultasi Bidang Program BKKBN di Harmoni One Batam, Selasa(29/3/2011).

“Dalam tahun 2011 ini paling tidak ada dua hal utama yang harus kita selesaikan dengan baik dan berkelanjutan, yakni, menyelesaikan Grand Design kependudukan dan tetap melanjutkan Revitalisasi KB,” ungkap dirinya.

Penyelesaian Grand Design di rencanakan rampung pada Oktober 2011. Grand Design Kependudukan merupakan garapan BKKBN dibidang kependudukan yang dirancang untuk merekayasa kependudukan Indonesia dan rohnya bagaimana kemasa yang akan datang. Grand Design diharapkan dapat menjadi pedoman pelaksanaan program kependudukan bagi setiap sektor yang bergerak dibidang kependudukan.

Sementara itu Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN, Sudibyo Alimoeso mengatakan, BKKBN telah mengalokasikan dana senilai Rp 30 miliar untuk proses pembuatan grand desain. Dalam pokja grand desain kependudukan, BKKBN akan berfungsi mengkoordinasi dari grand design yang telah tersusun. Sementara pelaksanaannya akan tetap diserahkan pada masing-masing kementerian terkait.

Menurutnya, grand design ini merupakan proyek bersama kementerian dan institusi terkait di bawah Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra). Penanggung jawab pengendalian kuantitas penduduk diserahkan pada BKKBN. Untuk  peningkatan kualitas penduduk, pelaksnaannya dijalankan oleh Kementerian Kesehatan dengan wakil Kementerian Pendidikan Nasional. Sedangkan apsek penyediaan database kependudukan diserahkan pada Pokja Kementerian Dalam Negeri dan BPS serta instansi terkait lainnya.

Selain Grand Design, BKKBN juga kembali gencar melanjutkan Revitalisasi KB. Sugiri mengatakan BKKBN akan terus memperkuat revitalisasi baik dari sisi demand maupun sisi supply. Dari sisi demand lanjutnya BKKBN terus menggencarkan program-program penggerakkan masyarakat baik melalui advokasi dan KIE.

Dalam sisi suply BKKBN mengajak tenaga pelayanan yang siap memberikan pelayanan KB yang semakin meningkat melalui program Jampersal (Jaminan Persalinan). BBKBN memberikan pelatihan provider yaitu sekitar 35.000 bidan dan 10.343 dokter yang disiapkan agar mampu menjadi tenaga pelayanan di 23.500 klinik KB.

“Tujuan pelatihan bidang di daerah perbatasan, terpencil dan tertinggal agar seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut bisa mendapat akses yang mudah dalam pelayanan KB. Pelatihan tersebut dilakukan secara bertahap dan akan dimulai pada tahun 2011 ini. Ini merupakan salah satu upaya menyukseskan program BKKBN dalam mendorong KB dan kependudukan di daerah perbatasan, terpencil dan tertinggal,” tutur Sugiri.

( Sumber : www.batamtimes.com/batam/3556-kendalikan-penduduk-bkkbn-prioritaskan-granddesign )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *