Kepala BKKBN Buka Jambore Nasional PIK Mahasiswa di Malang

Kepala BKKBN Buka Jambore Nasional PIK Mahasiswa di Malang

Masih serangkaian dalam kegiatan GenRe Goes to School yang diselenggarakan BKKBN di Kota Malang, Jawa Timur, Jum’at (6/7/2012) Jambore Nasional Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi dibuka oleh Kepala BKKBN, Dr. dr. Sugiri Syarif, MPA di Basement Doom Kampus III UMM, Jalan Raya Tlogomas 246 Malang. Kegiatan yang dilaksanakan empat hari mulai tanggal 6 hingga 9 Juli ini merupakan hasil kerjasama BKKBN dengan Majelis DIKTI Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai upaya untuk menumbuhkan dan mengembangkan PIK Mahasiswa di seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Peserta Jambore berjumlah kurang lebih 355 orang terdiri atas Pendamping, Pengelola, Pendidik Sebaya, Konselor Sebaya PIK Mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah di dari 30 Provinsi di Indonesia.

“Selama 4 hari peserta akan mendapat pembekalan program GenRe dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja oleh Deputi Bidang KSPK BKKBN, pengembangan motivasi diri oleh Prof. Nur Rahman Hajab, kewirausahaan oleh Prof. Sujono, M.Kes, pengelolaan PIK Mahasiswa, kemudian ada lomba – lomba antara lain lomba media penyuluhan GenRe, cerdas ceria GenRe, pentas seni, serta outbond.”  jelas Ketua Penyelenggara, Drs. Atok Miftachul Huda M.Pd.

Muhadjir Effendy, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengatakan program Generasi Berencana yang digagas BKKBN sesuai dengan nilai-nilai yang diterapkan di UMM selama ini. “Mahasiswa UMM memiliki 4 pantangan, yaitu no drugs, no free sex, no violence dan no crime. Jika ada yang melanggar, sangsinya berat, akan dikeluarkan dari UMM,” tegasnya.

Menurut Sugiri Syarief, mahasiswa merupakan calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. “Oleh karena itu, untuk masa depan kita semua kita harus mampu menghindari drugs, HIV/AIDS, dan free sex,” ujarnya.

Masih menurut Sugiri, saat ini permasalahan remaja merupakan permasalahan yang kompleks. Jumlah remaja yang besar yakni 27,6% (64 juta jiwa) dari total penduduk Indonesia rentan terkena penyalahgunaan napza, beresiko terkena HIV/AIDS dan bisa melakukan pernikahan dini. Usia perkawinan perempuan, rata-rata 19,8 padahal diharapkan minimal usia perkawinan pertama wanita adalah 21 tahun. “Jumlah pengguna napza sampai 2008, 45 persen adalah remaja. Itu semua merupakan tantangan PIK Mahasiswa. Kita tidak usah pesimis, karena melalui PIK Mahasiswa saya optimis kita bisa mencegah hal-hal tersebut” imbuhnya.

Dalam pembukaan Jambore yang mengambil tema GenRe Save My Live tersebut, hadir Direktur Bina Ketahanan Remaja (Dithanrem), Indra Wirdhana S.H, M.M, Kepala BKKBN Jawa Timur, Djuwartini, SKM, MM, dan Badan Koordinator Wilayah Malang.

Kepala BKKBN berharap Jambore PIK Mahasiswa yang pertama ini, jangan menjadi yang terakhir. “Mudah-mudahan memberikan motivasi dan dorongan bagi mahasiswa demi kepentingan diri sendiri dan bangsa. Dan kedepannya bisa dilaksanakan di perguruan tinggi perguruan tinggi lain di Indonesia,” pungkasnya. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *