Lomba Foto Kependudukan, Sambut Hari Keluarga XIX dan Hari Kependudukan Sedunia

Lomba Foto Kependudukan, Sambut Hari Keluarga XIX dan Hari Kependudukan Sedunia

 

Menyambut Hari Kependudukan Sedunia yang jatuh pada tanggal 11 Juli 2012 sekaligus Hari Keluarga ke XIX  tanggal 29 Juni 2012 mendatang, Perwakilan BKKBN Jawa Timur menyelenggarakan Lomba Foto dengan tema Permasalahan Kependudukan. Lomba yang terbuka untuk umum ini dibagi dalam empat kategori. Tiap kategori disediakan hadiah Rp. 2 Juta rupiah yang dibagi masing-masing untuk Juara I Rp. 1.000.000,- Juara II Rp. 600.000,- dan Juara III Rp. 400.000,-. Total hadiah Rp. 8.000.000,-

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Jawa Timur Drs. Humphrey Apon, MPA dalam rapat Koalisi Kependudukan Jatim terkait rencana peringatan Hari Kependudukan Sedunia di Jawa Timur (11/6 ).

“Empat kategori dalam lomba ini mengambil sub tema permasalahan kependudukan, yakni ekonomi, sosial, lingkungan dan budaya. Bagi yang berminat mengikuti lomba dapat mengirim hasil karyanya mulai tanggal 11 Juni, terakhir diterima pada tanggal 8 Juli. Tanggal 9 Juli kita adakan penilaian dan esoknya dilakukan pengumuman pemenang” ujar Humphrey. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat di web (kegiatan/ info program) Perwakilan BKKBN Jatim.” imbuhnya.

Selain mendapatkan hadiah berupa uang dan piagam, hasil karya para pemenang lomba menurut rencana akan dipamerkan dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga, hadiah juga dijadwalkan akan diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur dalam rangkaian acara peringatan tersebut.

Rapat Koalisi Kependudukan yang dipimpin Ketua Koalisi Kependudukan Jatim. Prof. Koentoro ini mempersiapkan rangkaian acara peringatan Hari Kependudukan Sedunia yang baru pertama kali akan diperingati di Jatim. Selain lomba foto, direncanakan seminar sehari bersama tokoh -tokoh kependudukan Jawa Timur maupun nasional, pembekalan masalah kependudukan untuk remaja dan mahasiswa, talkshow, hingga  launching  majalah kependudukan.

“Kita akan memperingati hari kependudukan dunia dengan konsep keprihatinan, artinya kita adakan dengan sederhana namun mengena,” ujar Prof. Koentoro.  (AT/Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *