Mahasiswa Harus Mampu Mempelajari Masalah Kependudukan

Mahasiswa Harus Mampu Mempelajari Masalah Kependudukan

Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus mampu mempelajari tentang masalah kependudukan yang ada saat ini. Karena pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali mempunyai kontribusi besar terhadap terjadinya kerusakan lingkungan yang bisa berujung pada “ekosida”.

Demikian ditegaskan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Djuwartini, SKM, MM  dalam pembekalan KKN kepada  2.042 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (18/6).

Mahasiswa sebagai Generasi Muda, imbuh Djuwartini,  pada gilirannya akan membentuk keluarga, yang  nantinya mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan SDM yang berkualitas di masa depan, melalui Pendewasaan Usia Perkawinan dan  Perencanaan Keluarga . Untuk itu, mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang sama dengan  segenap komponen bangsa tentang penting dan strategisnya Program Kependudukan dan KB bagi pembangunan saat ini dan bagi pembangunan berkelanjutan di masa depan;

Djuwartini, SKM, MM, berharap agar mahasiswa memanfaatkan  kesempatan Kuliah Kerja Nyata dalam beberapa minggu ini,  di wilayah masing-masing dengan sebaik-baiknya dengan  pemberian KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) tentang program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) kepada masyarakat, sehingga mereka memahami betul tentang manfaat ber KB.

“Hindarkan masyarakat dari  4 T, yaitu terlalu  muda hamil, tertalu tua hamil, terlalu sering malahirkan dan terlalu dekat jaraknya melahirkan,” ujar Djuwartini, SKM, MM.

Pada pembekalan yang juga dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Hj. Endang Agustini Syarwan Hamid, SIP, Rektor Unmuh DR. Muhajir Effendi, MAP serta Kepala LPPM Prof. DR. Bambang Widagdo, MM  itu Ibu Djuwartini mengupas berbagai permasalah kependudukan dan keluarga berencana. Antara lain masalah KKB dengan pengentasan kemiskinan dan kelaparan, peran KB dalam peningkatan kualitas SDM, program KKB dengan pemberdayaan perempuan, kesehatan maternal dan HIV/AIDS serta penyakit menular lain dan program KKB dengan lingkungan hidup.

Pendapat para ahli kependudukan disodorkan kepada para peserta KKN, untuk lebih menarik perhatian  para mahasiswa, antara lain pendapat Nina Fedoroff :”Jumlah manusia di planet bumi sebenarnya sudah melebihi daya dukung dan daya tampung lingkungan. Kita harus dengan sungguh-sungguh berupaya agar pertumbuhan penduduk dapat terkendali karena planet ini sudah tidak mampu lagi menampung penduduk lebih banyak lagi.Perubahan iklim akibat pertumbuhan penduduk yang sangat pesat berakibat buruk bagi produksi pangan sehingga miliaran penduduk terancam kelaparan”.

“Karena perubahan iklim dan ledakan penduduk, menjelang tahun 2030 akan terjadi kelangkaan pangan, air, dan energi yang luar biasa yang memicu kerusuhan sosial dan konflik internasional karena akan terjadi migrasi besar-besaran dari daerah yang paling terkena dampak” . Prof. Dr. John Beddington Chief Scientific Adviser British Gov’t.

“Empat tantangan berat dekade mendatang: (1). Pemanasan global dan kerusakan lingkungan; (2) Laju pertumbuhan penduduk; (3) Pengentasan kemiskinan; (4)Kebuntuan politik yang menghalangi kerjasama global untuk mengatasi masalah tersebut.”

Diakhir ceramah Ibu Djuwartini, mengungkapkan bahwa untuk  meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengentaskan kemiskinan dan menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas,  dibutuhkan dukungan dari semua pihak.

“Dukungan mahasiswa Unmuh dalam program KKB sangat kami harapkan. Selamat ber KKN” tandasnya. (at/sgt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *