Maksimalkan Peran keluarga dalam Harganas

Maksimalkan Peran keluarga dalam Harganas

Keluarga memegang peran penting dalam membangun karakter suatu bangsa. Sebuah keluarga yang berkualitas akan menjadikan kehidupan bermasyarakat juga berkualitas. Kehidupan bermasyarakat yang tertata apik dapat membangun sebuah karakter bangsa yang baik.
Hal tersebut di sampaikan Deputi Bidang KSPK BKKBN Pusat Sudibyo Alimusyo pada acara Hari Keluarga Nasional ke-21 yang di gelar distadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang mengambil tema” Melalui Hari Keluarga Kita Tingkatkan Kualitas Keluarga dalam mewujudkan Indonesia Sejahtera” ini diikuti juga oleh Bupati Malang Rendra Kresna, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Dwi Listyowardani, dan beberapa pejabat lain, baik dari BKKBN maupun dari Pemerintah Kabupaten Malang.
Agar bekualitas, imbuh Alimusyo, keluarga harus mempu menjalankan delapan fungsi keluarga semaksimal mungkin. Kedelapan fungsi tersebut yakni fungsi keagamaan, fungsi sosial, budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, serta fungsi pelestarian lingkungan.
“Sejak Januari 2004, Bapak Kepala BKKBN (pusat) telah mendeklarasikan tiga pilar pembangunan. Satu pembangunan kependudukan. Dua, pembangunan keluarga berencana. Dan, tiga, pembangunan keluarga,” terangnya, Minggu (14/9).
Khusus pembangunan yang terakhir, BKKBN berfokus pada tiga titik kualitas yang tiga generasi, yaitu generasi balita, remaja, dan lansia. Alimusyo mengatakan, dalam skala nasional, jumlah balita sudah mencapai 23 juta jiwa. “Jika dirata-rata, jumlah balita yang lahir setiap tahunnya ada empat jutaan. Kira-kira (jumlahnya) sama dengan jumlah seluruh warga Singapura,” Alimusyo berlogika.
Untuk meningkatkan “kualitas” para balita, BKKBN menyiapkan sebuah program bernama Bina Keluarga Balita. Untuk melancarkan program tersebut, BKKBN juga menyiapkan buku panduan berjudul Orang Tua Heba. Buku tersebut berisi panduan bagi para orang tua tentang bagaimana cara mengasuh anak dengan baik.
Bagi para remaja, program yang dicanangkan adalah sebuah konstultasi yang diperkenalkan dengan semboyan “Generasi sehat, cerdas, dan ceria” atau di singkat dengan Genre. Program ini dibuat untuk meminimalkan tiga “penyakit” yag sering diidap oleh para remaja, yaitu seks bebas, mengonsumsi obat-obatan terlarang, dan tertular virus HIV Aids.
Agar lebih populer program yang pertama kali diperkenalkan setahun yang lalu ini memiliki slogan “salam genre”.”Kalau misalnya ada anak muda yang diajak seks bebas, dia bilang ‘salam genre, bang”. Yang ngajak nanti pasti malu sendiri,” seloloh Alimusyo.
BKKBN juga meluncurkan sebuah buku lain yang berjudul Menjadikan Lansia Tangguh. Sama seperti judulnya, buku ini dikhususkan bagi para lansia. Alimusyo menerangkan, jumlah lansia di Indonesia sekitar 21 juta jiwa. “Jadi jumlah (lansia) ini saingan dengan jumlah balita. Ini tentu memerlukan perhatian yang serius,” terangnya.
Bahkan jika ia memprediksi, pada tahun 2016, jumlah lansia di Indonesia akan melampaui jumlah balita. Jumlah balita, katanya, mungkin akan sedikit naik menjadi sekitar 23 juta jiwa. Sementara para lansia akan sampai angka 24 juta jiwa.
Jangan Hanya Sekolah
Bupati Malang Rendra Kresna, pada kesempatan yang sama mengatakan, hal penting lain yang perlu dimiliki keluarga adalah masalah ketahanan. Ketahanan keluarga, kata Rendra, selain akan berpengaruh pada ketahanan pangan, ketahanan budaya, dan sejenisnya, juga akan bermuara pada ketahanan nasional.
“Pada saat keluarga se-Indonesia ketahanannya mapan, insyaAllah ketahanan nasionalnya juga baik. Ini artinya, semua jenis ketahanan akan berpengaruh pada ketahanan nasional. Tak terkecuali ketahanan keluarga,” terangnya.
Rendra mengatakan, banyak aspek yang harus diperhatikan untuk meningkatkan ketahanan keluarga. Salah satunya, bagi para orang tua, yakni dengan ikut serta dalam perkembangan anak-anak mereka. “Jangan hanya diserahkan pada pihak sekolah saja,” saran Rendra.
Pelaksanaan Meriah
Pelaksanaan Harganas yang pertma kalinya di gelar di Jawa Timur dalam sepuluh tahun terakhi ini – tahun 2003 di gelar di Kabupaten Lumajang –  berjalan meriah. Sekitar 10.000 peserta yang terdiri dari para undangan dan masyarakat Kabupaten malang datang meramaikan.
Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB ini diawali dengan senam bersama dan jalan sehat bagi warga. Bupati Malang bertindak langsung memberangkatkan para peserta yang telah siap menelusuri jalan protokol di Kabupaten Malang itu.
Kegiatan itu ditutup dengan peresmian Pusat Layanan Keluarga Sejahtera (Pusyan Gatra) di kantor BKKBN Kabupaten Malang. Peresmian ini ditandai dengan penguntingan pita oleh Deputi Bidang KSPK BKKBN Pusat Sudibyo dan istri Bupati Malang, jajuk Rendra Kresna.
Sumber : Harian Surya,bulan September 2014

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *