Meneg P3A dan BKKBN Usulkan Revisi UU Perkawinan

Meneg P3A dan BKKBN Usulkan Revisi UU Perkawinan

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Linda Agum Gumelar dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengusulkan perubahan Undang-Undang Perkawinan, khususnya mengenai usia minimal perempuan untuk menikah. Usia 16 tahun syarat perempuan untuk menikah seperti tercantum dalam UU itu, dianggap masih terlalu muda untuk melakukan pernikahan.

UU Perkawinan Nomor 1 tahun 1974 pasal 7 menyebutkan perkawinan hanya diizinkan bila laki-laki mencapai umur 19 tahun, dan pihak perempuan sudah genap berusia 16 tahun. Meneg P3A tidak sependapat soal itu. Kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini, Linda mengatakan usia ideal seorang perempuan untuk menikah adalah 18 tahun.

Pendapat senada diungkapkan BKKBN sebagai lembaga yang peduli terhadap suksesnya keluarga berencana. Bahkan, menurut Sudibyo Alimoeso, Deputi Sejahtera dan Pemberdayaan BKKBN, usia ideal seorang wanita untuk menikah pada usia di atas 20 tahun.

BKKBN juga mengimbau agar ada penyesuaian UU Perkawinan. Sudibyo mengatakan, usia 16 tahun belum matang secara medis dan psikologinya. Sedang usia 20 secara psikologis sudah matang, bisa mempertimbangkan secara emosional dan nalar.

Sumber : http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/06/21/153572/Meneg-P3A-dan-BKKBN-Usulkan-Revisi-UU-Perkawinan/3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *