Menyambut ICPD Beyond 2014 Global Youth Forum: Yang Muda Seharusnya Menguasai Dunia

Menyambut ICPD Beyond 2014 Global Youth Forum: Yang Muda Seharusnya Menguasai Dunia

BKKBN, Jakarta, 6 Agustus 2012 – “100 orang hanya bermimpi, tetapi berikanlah aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia!” Siapa tak kenal kalimat di atas? Ya, kalimat itu merupakan penggalan dari pidato Bung Karno semasa ia menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Apa artinya? Bung Karno mewakili rakyat Indonesia yang berharap bahwa pemuda akan dapat terus berkarya karena pemuda adalah generasi penerus bangsa yang harus lakukan apa yang mereka bisa untuk mengguncang dunia.

Saat ini sebagian anak muda memang menguasai dunia. Sebut saja misalnya Mark Zuckerberg, 28 tahun, Direktur Utama Facebook, Inc. Zuckerberg baru berusia 20 tahun saat meluncurkan Facebook dari kamar asramanya di Universitas Harvard pada tanggal 4 Februari 2004. Pada tahun 2010, Facebook telah memiliki 500 juta orang pengguna dan Zuckerberg terpilih sebagai salah satu dari 100 orang terkaya dan berpengaruh di dunia dalam Person of the Year versi majalah Time.

Dunia memang “diduduki” oleh kaum muda yang jumlahnya terus meningkat dan tidak pernah sebesar saat ini. Menurut World Population Prospects: The 2010 Revision, yang disusun oleh Population Division of the United Nations Department of Economic and Social Affairs, sebagaimana dikutip oleh Badan Kependudukan PBB – United Nations for Population Fund (UNFPA) pada State of World Population 2011, tahun lalu saat penduduk dunia diperkirakan mencapai 7 miliar jiwa, hampir separuhnya adalah orang muda yang berusia antara 10 – 24 tahun. Sebanyak 1,2 miliar penduduk dunia atau hampir 1 dari setiap lima orang di dunia berumur 10 -19 tahun. Yang mengejutkan, 900 juta orang di antaranya tinggal di negara berkembang. Di Indonesia sendiri, hasil Sensus Penduduk tahun 2010 menunjukkan bahwa 1 dari setiap 4 orang penduduk Indonesia adalah kaum muda yang berusia 10 – 24 tahun.

Dengan populasinya yang semakin besar belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah dunia dan jumlah remaja – laki-laki dan perempuan – yang melanjutkan ke sekolah menengah semakin besar, seharusnya orang-orang muda menguasai dunia. Namun, ironisnya, kesempatan mereka dalam mengakses hal-hal yang penting bagi mereka justru belum maksimal, bahkan banyak orang muda yang masih menghadapi ancaman besar terhadap kesejahteraan mereka. Banyak di antara mereka terancam risiko kesehatan yang mencakup penyakit seksual menular dan komplikasi yang timbul dari merokok sebagai akibat dari terbatasnya akses mereka terhadap pelayanan kesehatan, termasuk pendidikan kesehatan reproduksi. Para remaja putri khususnya masih harus menghadapai kemungkinan mengalami pernikahan dini. Orang-orang muda ini juga belum menerima kesempatan optimal untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Mereka kekurangan kesempatan kerja yang memadai dan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan global.

Hal di atas menimbulkan kecemasan yang melanda dunia dan mendorong dikeluarkannya Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 65/234 tahun 2011 tentangFollow-up to the Internasional Conference on Population and Development (ICPD). Resolusi tersebut diadopsi pada Sidang Sesi ke-45 Komisi Kependudukan dan Pembangunan (the 45th Session of Commission on Population and Development) tahun 2012. Resolusi ini mendorong agar negara-negara anggota PBB setelah tahun 2014 meneguhkan komitmen untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Aksi (Programme of Action – PoA) pada Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan (International Conference on Population and Development – ICPD) di Kairo 18 tahun yang lalu. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah menyelenggarakan pertemuan tematis. Salah satu dari tiga tema yang ditetapkan adalah kaum muda (youth), yang berdasarkan klasifikasi PBB, mencakup orang-orang yang berusia antara 10 – 24 tahun.

Indonesia dipercaya dunia untuk menyelenggarakan pertemuan dengan tema kaum muda. UNFPA bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan lembaga-lembaga PBB lainnya akan menjadi tuan rumah ICPD Beyond 2014 Global Youth Forum (GYF). Pertemuan ini akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, pada 4-6 Desember 2012. Acara ini merupakan puncak dari upaya UNFPA, lembaga-lembaga PBB lainnya, kaum muda, masyarakat sipil, dan sektor swasta untuk menerjemahkan aspirasi partisipatif dari ICPD 1994, yaitu menjadi sebuah jaringan advokasi pemuda yang berkelanjutan. Tema yang akan diangkat adalah tema yang amat relevan dengan kaum muda, yaitu menjaga kesehatan (staying healthy), mendapatkan pendidikan (getting an education), memiliki pekerjaan dan mata pencaharian (employment and livelihood), keluarga dan kesejahteraan (family and well being), serta partisipasi penuh di masyarakat (fully inclusive civic participation). Pertemuan ini akan diikuti oleh sekitar 900 peserta yang terdiri dari satu orang perwakilan pemerintah dan satu orang pemimpin muda dari seluruh negara anggota PBB, lembaga-lembaga PBB, LSM, youth-lead organizations, young people networks, jurnalis, sektor swasta, dsb. Rekomendasi yang dihasilkan forum ini akan mempengaruhi agenda pembangunan global untuk generasi muda, termasuk masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, untuk 20 tahun ke depan. (AH/AT)

Siaran Pers

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *