Pandangan Salah Hambat Peserta Vasektomi

Pandangan Salah Hambat Peserta Vasektomi

Masih kurangnya minat para pria untuk ikut KB Pria, atau yang disebut vasektomi, MKJP (Metode kontrasepsi Jangka Panjang ) pria, ataupun ada yang menyebut MOP (Metode Operasi Pria), karena masih adanya pandangan keliru di tengah masyarakat mengenai kontrasepsi yang kini ngetren di Situbondo ini.

Kepala Bagian Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR)  Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Kustiyah Wardani, SS menyebutkan, ada beberapa pandangan masyarakat yang keliru terhadap vasektomi.

“Pandangan keliru ini perlu diluruskan, dan saya yakin kalau pada saatnya nati vasektomi akan  menjadi tren di Jawa Timur seperti di Situbondo” ujar bu Dani KB saat menerima tamu IPKB (Ikatan Penulis Keluarga Berencana) Kalimantan Barat baru-baru ini.

Menurut Bu Dani tingginya antusias warga Situbondo untuk ikut vasektomi memang mencengangkan banyak orang.” Kalau di tempat lain bus pelayanan KB datang, orang pada pergi, di Situbondo begitu bus datang, orang berebut untuk mendapat pelayanan terlebih dahulu” ujarnya.

“Lebih – lebih di daerah yang pernah terjadi trauma, sampai sekarang sulit untuk dikembalikan kepercayaan orang untuk ikut ber KB  lanang  (pria)” imbuhnya.

Pandangan keliru dari masyarakat tentang KB lanang ini, jelas Kabid KBKR, antara lain vasektomi akan mengurangi kejantanan.  “Ternyata banyak testimoni, setelah ikut vasektomi kejantanan malah bertambah. Ini sebenarnya masalah psikologis, dengan vasektomi orang sudah tak takut lagi punya anak sehingga dalam berhubungan dengan istri  tanpa beban, ini  serasa menambah kejantanan” terangnya.

Ada juga yang berpendapat  ikut vasektomi akan mengurangi kenikmatan hubungan suami istri. Padahal menurut bu Dani tidak ada yang kurang setelah tindakan vasektomi, hanya  mani sudah tidak mengandung benih. Cairan yang dikeluarkan saat ejakulasi sama saja, dari segi banyak maupun kekentalannya dengan sebelum melakukan vasektomi.

Pandangan lain, vasektomi menyebabkan impotensi. Selama  ini belum ada orang yangkomplain setelah menjalani vasektomi mengalami  impotensi. Vasektomi beda dengan kebiri, yang mebuang buah pelir untuk membuang kejantanan. Karena tindakan vasektomi hanyalah memotong saluran sperma,  agar tidak tercampur dengan mani, tindakan tanpa pisau yang tidak sakit sama sekali.

Juga ada yang berpandangan bahwa  sesudah menjalani vasektomi saat ejakulasi yang keluar angin, atau sperma jadi batu, sampai adanya kekhawatiran para istri suami akan mudah selingkuh setelah vasektomi.  Juga ada yang mengira kalau sudah vasektomi selamanya tidak dapat memiliki keturunan lagi. Padahal, sudah ada yang namanya rekanalisasi atau penyambungan kembali saluran sperma, dan sudah terbukti keberhasilannya.

Seperti dikemukanan dimuka, setelah vasektomi, secara kasat mata dan rasa tidak ada perubahan. Sperma yang tidak ikut keluar ketika ejakulasi, akan diserap oleh tubuh. Perkara bapak selingkuh atau tidak itu masalah keimanan, walaupun tidak ikut vasektomi, bapak-bapakpun kalau yang selingkuh tetap saja bisa selingkuh. Teknologi kedokteran sudah semakin canggih, sehingga untuk menyambung saluran sperma yang dipotong bukan lagi perkara yang sulit dilakukan. (AT/humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *