Pemantapan dan Peluncuran GARDALILA KB Jawa Timur

Pemantapan dan Peluncuran GARDALILA KB Jawa Timur

Dalam rangka untuk meningkatkan wawasan dan informasi para pelaksana program KKB di Lini Lapangan tentang perkembangan program KKB Nasional terutama dalam pengembangan kemitraan dalam pengelolaan program KKB antara lain Posyandu dan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesebatan, juga memberikan pengharagaan terhadap pelaksana program KKB di lini lapangan yang telah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dalam melakukan penggerakan dan pelayanan KKB pada masyarakat serta untuk memantapkan keberadaan para ujung tombak pelaksana program KKB di lini lapangan terhadap stake holder program KKB sebagai sumberdaya dan investasi pemerintah yang dapat dihandalkan, Perwakilan BKKBN Jawa Timur akan mengadakan  kegiatan pemantapan dan peluncuran Gardalila (Gerak dan Derap Lini Lapangan) diSurabaya pada tanggal 22-23 Nopember 2011.

Demikian diungkapkan  Kepala Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi Perwakilan BKKBN Jatim Waluyo Ajeng L, S,St, MM didampingi Subbidang Hubungan Antar Lembaga dan Bina Uni Lapangan Rr. Ayu Mayliawati, S.Sos, MSi di kantornya kepada wartawan baru-baru ini.

Dijelaskan oleh Waluyo Ajeng, bahwa kegiatan pemantapan akan diberikan kepada para peserta yang terdiri dari Ka. UPT/Koordinator Penyuluh KB Se Jawa Timur sebanyak 315 orang. Materi yang diberikan antara lain peningkatan wawasan dan informasi dengan pembekalan program internal : Kependudukan dan KB, maupun program eksternal yang terkait dengan kegiatan mitra kerja yang bersentuhan langsung dengan para palaksana program KKB di lini lapangan seprti Posyandu dan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes. Pengembangan dan pemantapan mekanisme  operasional program KKB di lini lapangan serta pemantapan forum komunikasi program KKB di lini lapangan baik melalui lembaga formal maupun informal, misalnya melalui Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana.

Alasan diadakannya  pemantapan dan peluncuran Gardalila, Waluyo Ajeng menjelaskan secara panjang lebar. Bahwa, Pembangunan Indonesia bergantung pula pada keberhasilan program pengendalian penduduk dan keluarga berencana. Dalam upaya percepatan pencapaian indikator kinerja terhadap PPM Provinsi Jawa Timur diperlukan sinergi dengan berbagai pihak baik dari para pengelola program KB maupun dengan mitra-mitra kerja program KB yang harussaling terpadu. Untuk mendukung percepatan tersebut sudah banyak momentum atau kegiatan yang diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dengan para mitra kerja program KB antara lain ; TMMD dengan TNI, Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan, Lomba-lomba program KB dan lain-lain.

Ada salah satu unsur terpenting yang menjadi dasar dalam keterpaduan kegiatan tersebut yaitu penggerakan masyarakat dalam mengikuti program KB baik scara mandiri maupun bersinergi dengan program-program pemerintah yang saling terkait seperti: Posyandu. Pasca era reformasi, aktivitas Posyandu sempat mengalami penurunan baik dari segi penggerakannya hingga pelayanannya. Posyandu merupakan pusat kegiatan masyarakat, dimana masyarakat sebagai pelaksana sekaligus memperoleh pelayanan kesehatan serta Keluarga Berencana. Disamping itu wahana ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk tukar menukar informasi, pendapat dan pengalaman serta bermusyawarah untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi baik masalah keluarga ataupun masyarakat itu sendiri.

Sebagai dasar terbentuknya Posyandu ialah bertitik tolak dari definisi ilmu Kesehatan Masyarakat menurut Winslow, yang mana disebutkan bahwa diharapkan masyarakat itu berusaha untuk dapat menanggulangi kebutuhan terhadap kesehatan baik fisik maupun psikologisnya sendiri. Seterusnya disebutkan pula bahwa terciptanya kesehatan yang optimal bagi masyarakat ialah dengan adanya peran serta dari masyarakat secara teratur dan berkesinambungan. Dari penjelasan tersebut diatas terlihat bahwa wadah yang paling tepat untuk peran serta masyarakat tersebut ialah “Posyandu”.

Salah satu ‘motor’ dari penggerakan masyarakat untuk sadar terhadap kesehatannya baik fisik maupun psikis adalah berkat peran para Pelaksana Program Kependudukan dan Keluarga Berencana yang berada di lini lapangan yaitu para Penyuluh KB (PKB), Koordinator PKB atau Ka.UPT Program KKB di tingkat Kecamatan; yang lebih dikenal sebagai “UJUNG TOMBAK” karena peran dan fungsinya bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sebagai komponen utama dalam mekanisme operasional program KKB di level terujung, Penggerakan Lini Lapangan memerlukan perhatian, pembinaan dan motivasi yang tiada henti. Sebab bagaimanapun juga, manusia sebagai unsur terkecil dalam masyarakat  senantiasa berkembang baik dalam fisik maupun psikologisnya sehingga membawa dampak terhadap kebutuhan hidupnya. Hal ini yang disebut oleh Maslow sebagai “Hierachy of Needs” (tingkatan kebutuhan).

Kesenjangan yang terjadi dalam penggerakan program Posyandu dengan kebutuhan masyarakat acapkali disebabkan kurangnya komunikasi dan koordinasi yang maksimal antara sektor yang terkait dengan program Posyandu dengan pelaksana program KKB khususnya di Lini Lapangan. Hal ini mengakibatkan tidak optimalnya penggerakan dan pelayanan program KKB dan kesehatan pada masyarakat. Bagaimanapun juga koordinasi dan keterpaduan program KKB dan kesehatan dengan kebutuhan masyarakat akan semakin menguatkan dan memantapkanoutput program KKB dan Kesehatan bangsa Indonesia di masa mendatang. (AT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *