Pencanangan 1000 akseptor IUD dan 2000 akseptor MOP

Pencanangan 1000 akseptor IUD dan 2000 akseptor MOP

Malang, 27 November 2010

Pencapaian Program KB terus ditingkatkan khususnya untuk menekan Laju Pertumbuhan Penduduk di Jawa Timur. Hal tersebut diwujudkan dalam langkah konkrit Pencanangan 1000 akseptor IUD dan2000 akseptor MOP dengan pelayanan terhadap akseptor IUD di STIKES KENDEDES Malang.

Dalam pencanangan tersebut yangpesertanya menggunakan seragam pramuka, dihadiri oleh Kepala BKKBN Pusat DR.Dr. Sugiri Syarief, MPA; Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur Dr. H. Muhammad Is, MM; Kepala BPMKB Kota Malang Drs. Jarot Edy Sulistyono, M.Si, serta Ketua Kwartir Cabang Malang Bapak Moedjiono. Dalam sambutannya Kepala BKKBN Pusat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap masyarakat Kota Malang yang mendukung sepenuhnya terhadap program KB.

Penandatanganan MoU antara STIKES Kendedes dengan BKKBN dilakukan tahun 2009 yang lalu. Didalam penandatanganan MoU STIKES Kendedes bersedia membantu revitalisasi KB yang didalamnya ada pengabdian masyarakat. Dalam melaksanakan pelayanan STIKES Kendedes Malang bekerjasama dengan beberapa klinik, Bidan Praktek Swasta, dan Rumah SakitManuhusada Malang.

Pencanangan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan beasiswa bagi mahasiswa STIKES untuk penulisan penelitiannya, selain itu acara berlanjut yaitu peninjauan pelayanan IUD ditempat tersebut. Pada saat peninjauan dihadiri pula  Walikota Malang Bapak Drs. Peni Suparto, MAP.

Acara selanjutnya berlangsung diRSU Saiful Anwar dengan agenda kuliah umum dengan para dokter Obgyn. Dalam acara tersebut BKKBN memberikan bantuan berupa 1 (satu) unit Laparoscopy yang diharapkan nantinya dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian MOW. Laparoscopy diterima oleh Direktur RSAA, Dr. Basuki, SPOg.

Dalam menyampaikan materi untuk kuliah umum mengenai Demografi Kesehatan (Kondisi Kesehatan Ibu dan Anak Indonesia), Kepala BKKBN Pusat menyampaikan kekhawatirannya terhadap ledakan penduduk yang akan terjadi karena tidak sesuai dengan prediksi para pakar Demografi. Tetapi beliau optimis bahwa Indonesia bisa mengendalikan hal tersebut dan kekhawatiran yang ada tidak terjadi.

Kepala BKKBN Prov. Jatim juga menyampaikan tentang kerja kerasnya untuk mendongkrak IUD supaya mencapai target tahun ini, khususnya di Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *