Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes Tahun 2012 : Komitmen Bersama Dukung Keberhasilan Jawa Timur

Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kes Tahun 2012 : Komitmen Bersama Dukung Keberhasilan Jawa Timur

 

Posyandu dan Dasa Wisma adalah poin atau instrument penting dalam pemberian pelayanan KB dan Kesehatan kepada masyarakat, baik di pedesaan maupun di perkotaan. Karena, Posyandu dan Dasa Wisma memang dibentuk sebagai  garda terdepan dalam pelayanan Kesehatan dan KB.

Penyataan itu disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK ( TP PKK) Prop. Jatim, Dra. Nina Soekarwo, saat memberikan pengarahan pada acara Pembukaan Sosialisasi dan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK – KB- Kesehatan Propinsi Jatim Tahun 2012 di Graha Wicaksana Praja Kantor Gubernur Gubernur, Jl. Pahlawan  110 Surabaya, Jum’at ( 30/11).

Menurut Bude Karwo, posyandu, dasa wisma dan perilaku hidup sehat serta kesehatan lingkungan adalah merupakan satu kesatuan yang dikemas secara terpadu dan tidak bisa terpisahkan. Karena ketiga komponen ini  yang menjadi dasar  dari keberhasilan Jawa Timur dalam mengikuti lomba Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan tingkat nasional  tahun 2011 yang lalu.

Untuk itu, lanjutnya, kegiatan sosialisasi dan pencanangan  Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan  Tahun 2012 ini, juga diharapkan bisa memenuhi apa yang telah di targetkan  atau paling tidak bisa berhasil dengan gemilang dalam mengikuti lomba yang di tahun 2012 ini. Untuk mendukung pelaksanaan lomba tersebut, maka  ke tiga komponen yang terdiri dari posyandu, dasa wisma dan perilaku hidup sehat serta kesehatan lingkungan harus menjadi satu kesatuan secara terpadu minimal selama enam bulan berturut – turut selama penilaian.

Bude Karwo mengatakan, dari 18 macam kriteria yang dilombakan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan tahun lalu, Jawa Timur berhasil masuk nominasi 13 macam kriteria. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur akhirnya  berhasil  membawa pulang sebanyak  8 tropy dan empat diantaranya sebagai juara  satu. ” Untuk itu, di lomba tahun 2012 ini saya  harap kan Jatim bisa  menambah jumlah tropy yang dibawa pulang ke Jawa Timur. Atau, paling tidak dapat mempertahankan juara yang telah diraihnya jangan sampai merosot,” tegas ketua Tim penggerak PKK Jawa Timur.

Karena, tambahnya, menoreh atau meraih  prestasi itu lebih gampang dari pada mempertahankan. Apapun jenisnya, baik itu prestasi biasa maupun prestasi luar biasa. “ Untuk itu, saya tekankan kembali, hendaknya Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan  Prop. Jatim terus berusaha untuk mempertahankan sebagai juara. Apalagi, peringatan Hari  Keluarga Tingkat Nasional   2013 nanti  akan dilaksanakan di Jawa Timur,” jelasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Djuwartini, SKM, MM mengatakan, masalah kependudukan  bukan hanya menyangkut kuantitas saja, tetapi juga masalah kualitasnya. Dan masalah kualitas penduduk sangat dipengaruhi dan bergantung pada kuliatas keluarga. Untuk itulah, BKKBN terus berusaha melakukan pembangunan keluarga melalui program keluarga sejahtera.

Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memberikan pengertian keluarga  yang memiliki anak dan balita  melalui pengasuhan anak dan balita melalui Bina Keluarga Balita  sebagai bagian dari pengembangan pendidikan anak usia dini holistic integratif di Jawa Timur. “Keterpaduan ini, atas  inisiatif dan ide kreatif Ibu ketua TP-PKK Provinsi Jatim selanjutnya disebut  dengan Taman Posyandu,” lanjutnya.

Selanjutnya Djuwartini, SKM, MM  menambahkan, kesejahteraan keluarga akan lebih mudah dicapai bila semua anak sebagai initi keluarga memiliki jumlah yang ideal, dalam hal ini adalah dua anak. Kondisi ini dapat diwujudkan melalui program kependudukan dan keluarga berencana serta keluarga sejahtera.

Untuk dapat mencapai itu semua dibutuhkan peran serta PKK, dan kenyataannya memang demikian, pembangunan  memang berawal dari perkembangan penduduk dan Jawa Timur bisa berhasil  itu semua berkat kerja keras PKK yang sangat besar. “  Peran PKK sangat besar dan terpercaya dalam mensukseskan program KKB, mulai dari keder yang ada di desa, kecamatan, Kab/ Kota hingga PKK Prop. Jatim bahu membahu dalam mensukseskan pembangunan khususnya program KKB,” kata Djuwartini.

Ditambahkan berkat dukungan PKK target penduduk tumbuh seimbang sudah dicapai Jawa Timur. Secara Nasional penduduk tumbuh seimbang tercapai apabila TFR 2,1 sedang Jawa Timur sudah jauh dibawah angka itu. “Bahkan di tahun 2012 karena dukungan PKK dan Dinas Kesehatan yang dikemas dalam berbagai kegiatan pelayanan serempak seperti IUD dan Implan, capaian peserta KB baru sampai bulan Oktober sudah mencapai 100 persen lebih dan pelayanan MOW mencapai 186 persen.” Imbuh Kepala BKKBN Jatim yang akrab dipanggil Bu Tini tersebut.

Sementara itu Ketua Pokja IV PKK Prop. Jatim Ibu Era Sucahyono melaporkan, Sosialisasi dan pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Provinsi Jatim Tahun 2012 yang dilaksanakan sehari ini, diikuti 216 peserta terdiri dari, ketua TP PKK Kab/Kota, Ketua Pokja IV, Kadis Kesehatan dan  Kepala BKKBN Kab/Kota se Jatim serta Ketua PKK di empat Bakorwil di Jatim dan ditambah pejabat lintas sector terkait baik di tingkat propinsi maupun Kabupaten/ Kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *