Penduduk Tumbuh Sangat Cepat

Penduduk Tumbuh Sangat Cepat

Penduduk dunia melonjak drastis pada setengah abad terakhir. Pada Tahun 1950. Pertumbuhan populasi manusia mencapai titik paling lambat dalam sejarah, yakni hanya berjumlah satu milyar saja. Namun, pada setengah abad terakhir, populasi melonjak dari tiga milyar ke tujuh milyar. Jumlah penduduk dunia tumbuh begitu cepat. Ini meruipakan peringatan bahwa persoalan kependudukan akan semakin besar pula di masa depan. Dengan penduduk yang masih terus bertambah sekitar 80 juta jiwa per tahun, sulit rasanya untuk tidak merasa prihatin.
     Demikian dikatakan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Djuwartini ,SKM, MM pada  peringatan penduduk dunia 7 milyar baru-baru ini di Surabaya. Menurutnya, saat ini di bumi telah terjadi suatu fenomena alam yang kompleks yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sering melanda diberbagai belahan dunia seperti air tanah harus dicari semakin dalam, tanah terus terkikis, tanah longsor, penggundulan hutan, lahan pertanian berkurang digantikan  kawasan pemukinan dan industri, gletser di kutub utara/selatan terus meleleh, jumlah ikan kian menyusut, punahnya terumbu karang, perubahan iklim tidak menentu atau lebih dkenal dengan global warming.
Masih menurut Djuwartini, SKM, MM dengan makin banyaknya penduduk atau orang dalam jumlah miliaran yang ingin dan layak mengetaskan diri dari kemiskinan namun terasa semakin jauh meraih mimpi tersebut. Jika mereka mengikuti paham kapitalis, maka yuang dilakukan adalah membuka hutan, membakar batubara dan minyak, dengan bebas menebarkan pupuk dan pestisida atau dengan kata lain mereka pun akan memanfaatkan habis-habisan sumber daya alam planet ini guna memenuhi kebutuhan hidupnya.  Bagaimanakah bumi bisa bertahan menopang seluruh kehidupan manusia. Efek samping kerusakan alam yang begitu besar yang menyebabkan sebagian orang merasa tidak yakin bahwa peradaban kita akan mampu bertahan.
     “Berangkat dari konsep pemikiran tersebut, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur tergerak  untuk melakukan suatu aktivitas yang bersifat advokatif, informatif dan edukatif tentang pentingnya kewaspadaan terhadap pertumbuhan penduduk khususnya di Jawa Timur yang berjumlah 37.476.787 jiwa” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Jatim. Seperti diketahui baru-baru ini Perwakilan BKKBN Jawa Timur mengadakan serangkaian  kegiatan untuk memperingati penduduk dunia 7 milyar. Kegiatan tersebut antara lain gebyar media, aksi teatrikal kependudukan di jalan protokol, talkshow di radio dan TV, kegiatan revitalisasi program kependudukan dan KB bagi petugas lini lapangan, peluncuran Gardalila, penyerahan population Award, lomba bayi idaman, peluncuran PHBK (gerakan perilaku hidup berwawan  kependudukan) dan dialog interaktif.      HJ. Djuwartini SKM, MM  berharap kegiatan tersebut menjadi titik tolak kebangkitan kepedulian bagi masyarakat terhadap masalah masalah kependudukan di Jawa Timur . (AT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *