“Penghargaan Itu Untuk Memacu Kinerja Kami”

“Penghargaan Itu Untuk Memacu Kinerja Kami”

Usaha Bapemas KB Kota Surabaya guna menambah peserta KB khususnya untuk laki-laki tidak sia-sia. Dalam acara Peringatan Hari Keluarga XIX Tingkat Nasional di Mataram 30 Juni lalu, kantor yang berada di kawasan Nginden Indah ini, mendapatkan penghargaan dari Pemerintah sebagai kantor KB yang berhasil mencatat peserta KB pria melalui operasi vasektomi atas nama paguyuban KB pria “Siwalan Mesra” kecamatan Pakal Tahun 2012. Selain itu juga berhasil mendapat Juara I Posyandu. Keberhasilan ini menghantarkan Walikota Surabaya, Ir. Tri Rismaharini, MT mendapat penghargaan Manggala Karya Kencana.

Berdasarkan catatan di Bapemas KB Surabaya, target peserta KB pria untuk Kecamatan Pakal melalui paguyuban tersebut adalah 3 peserta. Tapi dalam perkembangan waktu mulai Januari hingga Maret lalu lonjakan peserta sangat fantastis, dari 3 peserta yang ditargetkan menjadi 178 peserta.

Secara keseluruhan Bapemas KB Surabaya mentargetkan 60.417 peserta KB baru. Jumlah itu kemudian dibagi-bagi ke setiap kecamatan dan khusus untuk peserta KB pria mendapatkan target 120 yang juga dibagi-bagi untuk seluruh kecamatan.

Kecamatan Pakal merupakan satu-satunya kecamatan yang sudah mempunyai paguyuban untuk peserta KB pria dengan nama “Siwalan Mesra” yang diketuai oleh mantan RW disana yakni pak Suharto Achmad. Berkat pendekatan lelaki yang sehari-harinya bekerja sebagai swasta itu, maka sedikit demi sedikit berhasil mengumpulkan anggota menjadi puluhan orang.

Menurut Kasubid KB Bapemas KB Surabaya, Djunianto, yang ditemui Wartawan Ve di kantornya baru-baru ini, penghargaan yang diterima oleh kantornya itu akan dijadikan alat penyemangat untuk meningkatkan kinerja ke depannya lagi.

Salah satu langkah yang akan dikerjakan adalah menambah paguyuban-paguyuban di setiap kecamatan seperti halnya yang telah dilakukan di kecamatan Pakal. Pihaknya optimis kalau ini berhasil direalisasikan maka untuk menambah KB pria tidak akan sulit. “Ini peluang dan kami akan manfaatkan usai mendapatkan penghargaan KB khususnya untuk vasektomi,” katanya.

Ia mengakui untuk memberikan sosialisasi KB pria ke masyarakat tidak mudah, karena hal itu menyangkut dengan kejantanan. Dalam sosialisasi yang rutin dilaksanakan di kecamatan-kecamatan se Surabaya, PLKB diminta untuk selalu memberikan penjelasan bahwa persepsi tentang vasektomi yang terlanjur mengatakan “pengebirian” adalah tidak benar.

Untuk menambah keyakinan masyarakat maka juga ada testimoni dengan mendatangkan peserta yang telah menjadi anggota di antaranya adalah pak Harto dari paguyuban KB pria Siwalan Mesra. Disana lelaki yang dikaruniai 5 orang anak itu bercerita kalau pasangannya mengaku tidak cocok menggunakan berbagai alat kontrasepsi.

Hati nurani Harto tergerak, ia tidak boleh memaksa istrinya menggunakan alat kontrasepsi. Apalagi dia mendapatkan informasi kalau peserta KB itu tidak melulu kaum perempuan tetapi laki-laki juga bisa. Setelah mendapatkan info dan hati yang mantap maka ia melakukan operasi vasektomi.

Dalam acara testimoni tersebut Harto selalu mengatakan operasi yang dilakukan oleh dokter yang berpengalaman tidak sakit. Selain itu setelah operasi justru kejantanannya tidak berkurang bahkan semakin jreng. Operasi vasektomi dilakukan Harto di RSAL pada 2 tahun yang lalu. Sejak itulah ia selalu memberikan informasi kepada teman-temannya bahwa mengikuti KB pria adalah yang terbaik.

Djunianto menambahkan, selain memberikan acara testimoni pihaknya juga menyebar informasi KB dengan membagi-bagikan brosur dan pamflet ke tempat keramaian seperti di terminal-terminal angkuta umum, pasar atau dari rumah ke rumah. Harto bahkan memiliki tim khusus yakni tim grebeg pasar, grebeg terminal, grebeg warung dan grebeg pabrik. Anggota tim umumnya justru ibu-ibu yang suaminya sudah melakukan vasektomi. Sedikitnya sudah 430 orang mengikuti ajakan tim ini untuk vasektomi sejak dua tahun silam dilakukan advokasi.

Bagi mereka yang serius untuk melakukan operasi vasktomi pihaknya mendatangkan  bis dari Perwakilan BKKBN Jatim beserta dokternya. Bus ini berisi berbagai alat operasi, obat-obatan yang ditangani oleh dr. Sofyan Rizalanda,  serta tenaga medis lainnya. Dengan demikian calon peserta tidak usah datang ke klinik. “Operasi dilakukan tidak lebih dari 10 menit,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Bapemas KB Surabaya juga melatih dokter dan para medis guna keperluan tersebut. Saat ini sudah ada 6 dokter dan pembantu (tenaga medis) sebanyak 2 orang yang khusus melayani operasi vasektomi. Jumlah itu akan diperbanyak lagi sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat.

Untuk paguyuban KB pria Siwalan Mesra, kepanjangannya adalah Suami Istri Wajib Lindungi Anak, Mudah, Efektif, Sederhana, Ringan dan Aman. Paguyuban ini juga punya slogan berupa pantun yakni: Yu Parmi mancing welut, vasektomi siapa takut. Sedangkan kegiatan yang dilakukan cukup banyak diantaranya adalah membuat produk bandeng presto karena daerah Pakal adalah daerah tambak. Hasil tambak yang dikerjakan suami berupa ikan bandeng kemudian diolah oleh sang istri untuk menjadi otak-otak bandeng, bandeng tanpa duri, membuata snak jepit dan membuat manik-manik. Hasil kerajinan tersebut dipasarkan ke berbagai daerah, selain itu juga membuat.

Ada satu ganjalan yang kini dirasakan kelompok Siwalan mesra, ganjalan ini sering menghambat langkah tim grebeg untuk lebih maju, yaitu sampai saat ini kelompok KB Pria Kecamatan Pakal ini belum memiliki badan hukum. (IPKKB/Humas Perwakilan BKKBN Jatim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *