Penyegaran untuk Para Kader, Gelar Lomba Cerdas Tangkas

Penyegaran untuk Para Kader, Gelar Lomba Cerdas Tangkas

Dengan  bersemangat, para kader meneriakkan yel-yel kelompok sesaat sebelum memulai Lomba Cerdas Tangkas Kader Tribina dan UPPKS yang digelar Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur pertengahan Bulan Juni Tahun 2011 (18/06). Waktu dan persiapan yang singkat tidak menghalangi para peserta lomba untuk menciptakan yel-yel yang kreatif dan membangkitkan semangat. Lomba ini merupakan salah satu perlombaan yang dihelat Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur sebagai rangkaian kegiatan  Hari Keluarga ke XVIII, yang pesertanya merupakan para kader Tribina dan kader Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dari Kabupaten dan  Kota di Jawa Timur. Masing-masing Kabupaten Kota mengirim 1 kelompok perwakilan  terdiri dari 4 orang, yaitu  tiga (3) orang kader Tribina dan satu (1) orang kader UPPKS. Kader Tribina terdiri dari kader yang menangani program  Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan kader dari Bina Keluarga Lansia (BKL).Babak penyisihan hingga semifinal yang diikuti 38 Kabupaten Kota ini pelaksanaannya dibagi di 3 tempat yaitu di Balai Diklat KBN Jember, Balai Diklat KBN  Malang, dan di Kota Surabaya bertempat di  Ruang Lestari BKKBN Provinsi Jawa Timur. Bertempat di Balai Diklat KBN Jember, diikuti 12 Kabupaten/ Kota yaitu Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kabupaten Jember.  Di Balai Diklat Malang diikuti oleh peserta dari 13 Kabupaten Kota yaitu Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jombang, Kota Batu, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Nganjuk.  Sedangkan di Kota Surabaya diseleksi 13 kelompok dari Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kota Surabaya, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan.Tiap kelompok dari  Kabupaten Kota terlebih dahulu harus bersaing di babak penyisihan dengan melalui dua (2) tahap. Pada babak pertama, peserta harus menjawab pertanyaan terbuka dilanjutkan di babak kedua menjawab pertanyaan adu cepat. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Tim Juri terkait dengan pengetahuan tentang program Keluarga Berencana, pencatatan dan pelaporan kader, serta pengetahuan tentang program – program Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK) terutama mengenai program Tribina dan UPPKS. Sedangkan Tim Juri yang bertugas sebanyak tiga (3) orang adalah para Widya Iswara Balai Diklat KBN di wilayah Jawa Timur.

Dari keseluruhan tahapan seleksi akhirnya diperoleh 3 pemenang yang akan melaju ke babak final, masing-masing dari wilayah pelaksanaan Jember keluar sebagai finalis adalah Kota Pasuruan, finalis dari wilayah pelaksanaan di Balai Diklat Malang diraih oleh Kabupaten Nganjuk, sedangkan dari wilayah pelaksanaan Surabaya keluar sebagai finalis adalah Kota Madiun. Ketiga finalis tersebut selanjutnya akan mengikuti babak final Lomba Cerdas Tangkas Kader Tribina dan UPPKS di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Menurut Kepala Bidang KS dan PK, Drs. Humphrey Apon, MPA yang hadir dalam pembukaan lomba di wilayah Surabaya, Lomba Cerdas Tangkas Kader Tribina dan UPPKS ini dilaksanakan selain merupakan bentuk penghargaan khusus atas jasa para kader yang begitu besar dalam mendukung program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB), juga dalam rangka penyegaran serta pemantapan kembali wawasan kader tentang program KKB sehingga  pengetahuan, sikap serta ketrampilan kader, baik kader Tribina maupun kader UPPKS meningkat. Melalui peningkatan pengetahuan, sikap serta ketrampilan, diharapkan para kader yang merupakan ujung tombak Program KKB dapat berperan lebih aktif mensosialisasikan program BKKBN khususnya Tribina dan UPPKS secara optimal dan berkesinambungan. Output yang ingin dicapai melalui  optimalisasi program Tribina dan UPPKS adalah meningkatnya kemandirian ber-KB bagi Pasangan Usia Subur (PUS) anggota kelompok kegiatan guna mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *