PENYERAHAN SERTIFIKAT PKB AHLI 2010

PENYERAHAN SERTIFIKAT PKB AHLI 2010

Selasa,12 Oktober 2010, Kepala BKKBN Propinsi Jawa Timur menutup Pendidikan Pelatihan Penjenjangan PKB Ahli Se Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Diklat KBN Jember ini diikuti oleh 30 peserta dari Kab./Kota di Jawa Timur .

Kepala BKKBN Propinsi Jatim, Drs. H. Muhammad Is, MM dalam Penutupan mengutarakan bahwa Pelatihan penjenjangan PKB Ahli ini untuk  untuk pertama kali dan satu-satunya diadakan se Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Kepala BKN No. 28 tahun 2005 tentang ketentuan pelaksanaan Peraturan MenPAN No: Per/60/M.PAN/G/2005  tentang Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.  Selain itu perkembangan dilapangan banyak sekali para PKB yang tidak dapat memenuhi Angka kreditnya karena belum memiliki sertifikat penjenjangan PKB ahli.

Alhamdulillah dengan segala upaya dan usaha akhirnya Jawa Timur sebagaiPilot Project dapat menyelenggarakan Diklat Penjenjangan PKB Ahli.

Diklat penjenjangan ini dilakukan selama 10 hari, yang dimulai sejak tanggal Senin, 4 oktober 2010 lalu.  Pelatihan ini dilaksanakan dua tahap yakni teori dan praktek lapangan, untuk tahap teori, Pengajarnya berasal dari orang-orang yang kompeten dibidangnya diantaranya yaitu dari Bidang KB-KR, BidangKS-PK dan Bidang IKAP BKKBN Prop. Jatim, Tim Widyaiswara Balai DIklat KBN Jember dan bekerjasama dengan Akademisi Universitas Muhammadiyah Jember.

Sedangkan untuk praktek lapangan para peserta langsung terjun kelapangan, dalam hal ini dibagi menjadi dua kelompok ke PKM Sukowono dan PKM Kalisat guna melakukan Penyuluhan KB kepada calon akseptor di kedua wilayah kecamatan tersebut. Kegiatan ini dimaksudkan agar dapat meningkatkan SDM dan Profesionalitas PKB/PLKB dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya untuk kemajuan program Keluarga Berencana  di Jawa Timur.

Hal ini dapat terlihat dari jumlah akseptor yang berhasil mereka peroleh. Untuk PKM Sukowono memperoleh akseptor baru IUD sebanyak 14 orang dan Implant sebanyak 15 orang. Sedangkan PKM Kalisat akseptor baru IUD sebanyak 4 orang dan Implant 15 orang serta suntik 4 orang. Sehingga jumlah keseluruhan akseptor baru dari dua PKM diperoleh 52 Akseptor baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *