Perhatikan Pengelolaan Aset Negara, Helat Orientasi Bendahara Materiil

Perhatikan Pengelolaan Aset Negara, Helat Orientasi Bendahara Materiil

“Alat Kontrasepsi atau alkon memiliki nilai strategis dalam menunjang operasionalprogram KB,  juga mempunyai nilai nominal tinggi karena penyediaannya membutuhkan anggaran yang bersumber dari APBN dalam jumlah besar. Sehingga harus dijaga dan diperhatikan pengelolaan administrasinya, jangan sampai terjadi penghamburan akibat pengelolaan yang kurang baik,  karena merupakan aset negara.” himbau Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Djuwartini, SKM, MM ketika memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan Orientasi Bendahara Materiil Kabupaten/ Kota se Jawa Timur Tahun 2011 di Ruang Libi, Jum’at (04/11).

Acara yang dilaksanakan selama 2 hari ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap tahun, tujuannya adalah agar bendahara materiil di tingkat provinsi dan Kabupaten Kota memahami mekanisme dan tata kelola logistik khususnya alkon mulai dari penerimaan, penyimpanan, penyaluran sampai pada pencatatan dan pelaporan, sehingga  pengelolaan alkon ini dapat berjalan tertib dan barang selalu dalam keadaan siap pakai.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, sampai saat ini kendala yang dihadapi dalam pengelolaan alkon  adalah seringnya terjadi mutasi para pejabat pengelola logistik di lingkungan Kabupaten Kota. Mutasi ini tentu saja mengakibatkan hilangnya human resource yang sudah berpengalaman dan mengerti tentang seluk beluk pengelolaan logistik, sehingga perlu dilaksanakan pembinaan kembali bagi pajabat baru yang menggantikan agar pengelolaan logistik dapat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu kondisi gudang atau logistik sendiri juga harus mendapatkan perhatian, bagaimana pencatatan dan pelaporannya, agar tidak sampai terjadi alkon belum terpakai sampai kedaluarsa. “Agar alkon yang tersedia dapat didistribusikan seluruhnya pada akseptor dan tidak sampai expired, yang perlu diingat lagi adalah sistem FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out). Jadi alkon yang pertama masuk harus didistribusikan lebih dahulu, dan alkon yang paling dekat masa kedaluarsanya harus didistribusikan lebih awal.” jelas beliau.

Selain membahas mengenai Petunjuk Pelaksanaan Penerimaan dan Penyaluran Alkon dan  Mekanisme Pengelolaan Gudang Alkon, guna meningkatkan kinerja pengelola bidang alkon baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten/ Kota akan diberikan pula materi Pengelolaan dan Pelaporan Alkon melalui Website. Seiring perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, mau tidak mau pengelola alkon pun  dituntut ketepatan dan kecepatannya dalam penyampaian informasi atau pendataan. Oleh sebab itu diperlukan keahlian agar setiap pengelola mampu mengakses serta menginput hasil pelaporannya secara online melalui website.

Menurut Sukamto, SE, M.Si Kasubid Keuangan dan Barang Milik Negara, hingga saat ini, di Jawa Timur masih beberapa Kabupaten Kota saja yang melaporkan administrasi logistik khususnya alkon secara online, diantaranya Kota Surabaya dan Kabupaten Lumajang. Diharapkan melalui kegiatan ini, dalam bulan-bulan mendatang pendataan dan pelaporan logistikonline ini telah dapat dilakukan di seluruh Kabupaten Kota se Jawa Timur. (humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *