PERKAWINAN DINI MERANGKAK NAIK

PERKAWINAN DINI MERANGKAK NAIK

Meningkatnya angka perkawinan usia muda di Kabupaten Banyuwangi membuat  gusar Drs. H. Muhamad Pua Jiwa, M.Si., Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana ( BPPKB ) Kabupaten Banyuwangi.

Tidak ingin permasalahan tersebut berlarut-larut, Kepala BPPKB turun langsung merapatkan barisan memerintahkan jajarannya untuk menyusun strategi untuk menekan angka pernikahan dibawah usia 20 tahun bagi wanita dan usia 25 tahun bagi laki-laki. Pada bulan Mei 2015 SKPDnya melakukan koordinasi dengan instansi terkait, dengan melibatkan Koalisi Kependudukan, Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Pertemuan koordinasi tersebut mengasilkan beberapa kesepakatan diantaranya :

  1. Dibentuk Tim Sosialisasi dan Pembinaan Pendewasaan Usia Perkawinan
  2. Dibuat jadwal pelaksanaan sosialisasi dan pembinaan Pendewasaan Usia Perkawinan
  3. Pelaksanaan sosialisasi dan pembinaan Pendewasaan Usia Perkawinan dimulai Bulan Mei hingga Bulan Desember 2015

Langkah-langkahnya tidak hanya sampai disini, beliau juga merelakan diri untuk turun langsung ke sekolah-sekolah sasaran guna melakukan sosialisasi dan pembinaan pendewasaan usia perkawinan.

Kali ini Senin, 31 Agustus 2015 di dampingi Kepala Bidang Data,PUP MTs & MA Pesanggaran Informasi dan IM, H. Sugeng Fadjar Harijanto, A.Per. Pen. M. Kes., Kepala BPPKB Kabupaten Banyuwangi turun gunung ke Madrsah Tsanawiyah ( MTs ) dan Madrasah Aliyah ( MA ) Al Hidayah Pesanggaran.

Dipilihnya Kecamatan Pesanggaran  sebagai lokasi kegiatan sosialisasi dan pembinaan tentu bukan tanpa alasan, menurutnya salah satu sebab dipilihnya Kecamatan Pesanggaran karena merupakan Kecamatan dengan angka pernikahan usia muda yang cukup tinggi, yaitu tertinggi ke 3 (tiga) setelah Kecamatan Songgon dan Singojuruh. Pernikahan usia muda di Kecamatan Pesanggaran sampai dengan bulan Juni 2015 sebesar 51 pasangan (31%) dari 165 pasangan usia kawin pertama, prosentase perkawinan usia muda di Kecamatan Pesanggaran ini tergolong sangat tinggi jika dibandingkan dengan prosentase rata-rata usia kawin muda di Kabupaten Banyuwangi yaitu 18,11%.

Pada Kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan ini Kepala BPPKB tidak hanya sekedar memberikan materi tentang data-data dan bahaya ledakan penduduk serta perlunya mencegah pernikahan pada usia yang belum matang tetapi ia juga memberi materi terkait solusi dan strategi bagaimana agar tidak terjebak dan bisa terlepas dari godaan untuk menikah di usia muda.

Walaupun materi yang disampaikan Kepala BPPKB terasa cukup berat, terutama bagi Siswa MTs namun materinya di sambut dengan sangat antusias oleh para Siswa. Hal ini karena materi tidak hanya disampaikan secara satu arah tetapi juga memanfaatkan peran aktif Siswa sehingga ada komunikasi dua arah dengan demikian diskusi antara Pemateri dan Siswa berjalan dengan baik dan  gayeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *