Persalinan Gratis Tak Ganggu Program KB

Persalinan Gratis Tak Ganggu Program KB

Rabu, 30 Maret 2011 | 10:58 WIB

SURABAYA- Program Jaminan Persalinan (Jampersal) gratis yang digagas pemerintah  mulai dilaksanakan 1 April nanti diyakini tidak mengganggu program KB. Ini mengingat ini kesadaran masyarakat Surabaya merencanakan keluarga sudah cukup tinggi.

“Kami tak khawatir soal Jampersal bisa menganggu program KB, justru kami berusaha agar program ini bisa bersinergi,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana  Kota Surabaya Ikhsan, Selasa (29/3).

Ia mengatakan, tingginya kesadaran warga Surabaya ikuti program KB ini dari pencapaian jumlah akseptor program KB pada 2010 melebihi target yang ditentukan Bapemas dan KB yakni dari 60 ribu orang menjadi 72 ribu orang.

Namun, ia mengakui, di awal pihaknya juga sempat khawatir dengan adanya program persalinan gratis ini karena bisa memicu peningkatan jumlah ibu hamil. ” Meskipun kami paham niat dari pemerintah cukup positif untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi tetapi kami khawatir program ini justru digunakan para pasutri untuk mempunyai anak lebih dari 2. Karena yang pertama dan kedua kan digratiskan oleh pemerintah,” tutur Ihksan.

Untuk itulah pihaknya kini sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur mengenai petunjuk teknis program Jampersal agar bisa dikolaborasikan dengan program KB. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan Kadinkes dan Direktur Rumah sakit, agar bagi ibu hamil yang mendapat Jampersal langsung diwajibkan ikut KB gratis,” katanya.
Langkah  ditempuh Bapemas dan KB Surabaya dengan membuat sebuah pernyataan dan rekomendasi pada pasien Jampersal untuk ikut KB Gratis setelah persalinan anak kedua. Ini dilakukan untuk menyukseskan Jampersal sekaligus program KB. ” Maka dari itu kami mengharapkan dalam juknis jampersal disisipkan juga  tentang Program KB. Saya kira itu tidak menyalahi aturan kok,” ucapnya.
Untuk menyukseskan Jampersal ini, Bapemas dan KB Kota Surabaya  akan memberikan pelayanan gratis untuk alat kontrasepsi, pil, kondom, Alkon, MOW dan MOP gratis. “Pokoknya bagi pengguna jampersal akan diberikan pelayanan gratis ikut alat kotrasepsi, baik biaya operasi untuk MOW dan MOP,” ungkapnya

Seperti diketahui, tahun 2011 ini pemrintah Kota Surabaya  menargetkan 79 ribu orang peserta KB. Dan dari 163 kelurahan  yang ada di Surabaya, Pemkot sudah memiliki 120 orang petugas lapangan KB. Diharapkan tahun ini akan ada penambahan jumlah petugas supaya bisa meng-cover seluruh kelurahan yang ada. “Program KB untuk tahun 2011 telah dianggarkan sekitar Rp579 juta, hasil dari kerjasama antara Pemkot Surabaya dan BKK BN Provinsi Jatim. Tak hanya itu, Pemerintah pusat juga mengucurkan dana sebesar 1,4 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK),” paparnya.

Ia berharap  program ini bisa berjalan dengan baik. Agar dana yang sudah dianggarkan tersebut tidak terbuang sia-sia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya dr. Esty Martiana Rachmie mengatakan senada, program Jampersal tidak akan mengganggu program KB dalam penggunaan alat kontrasepsi. ” Program Jampersal kan hanya dperuntukkan untuk anak pertama dan kedua. Selain itu jika saat program ini anaknya sudah dua. Maka secara otomatis, pasutri tersebut tidak bisa mengikuti program ini,” tuturnya.

Ia yakin, program Jampersal ini tidak akan memicu angka kelahiran dan jumlah ibu hamil. ” Kan program ini digagas pemerintah untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi,” pungkasnya.m8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *