Perwakilan BKKBN Jatim Ajak Mahasiswa Peduli Kependudukan

Perwakilan BKKBN Jatim Ajak Mahasiswa Peduli Kependudukan

Kamis (12/04), dalam upaya sosialisasi isu kependudukan yang sejak diberlakukannya UU 52 Tahun 2009 menjadi bagian tugas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Perwakilan BKKBN Jatim menggelar Workshop dan Pembentukan ForumMahasiswa Peduli Kependudukan (FORMALINDUK) di Gedung Garuda Mukti, Kampus C Universitas Airlangga, Mulyorejo, Surabaya. Kegiatan hasil kerjasama dengan Universitas Airlangga ini merupakan tindak lanjut MoU antara Perwakilan BKKBN Jatim dan Universitas Airlangga tahun 2009, dimana Universitas Airlangga berkomitmen untuk ikut berperan serta aktif dalam pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana di Jatim khususnya. Melalui kegiatan ini, kampus Airlangga sebagai kampus terbesar dan merupakan leadingdalam berbagai aspek keilmuwan dipilih untuk tampil di depan sebagai pemrakarsa ikut menyuarakan keprihatinan permasalahan kependudukan di ranah publik.

Rektor Universitas Airlangga, Dr. H. Fasich, Apt. sebelum membuka workshop menyampaikan dalam sambutannya, mengikuti workshop dan forum kependudukan adalah salah satu bentuk perwujudan disiplin keilmuwan. “Jadi ilmu harus bisa memenuhi tiga aspek, yang pertama eksplanasi yaitu menjelaskan, kedua prediksi artinya memperkirakan dan yang ketiga adalah rekayasa dalam artian yang konstruktif dan positif. Melalui kegiatan ini mahasiswa selain dapat menjelaskan masalah kependudukan nantinya diharap mampu memperkirakan serta aktif partisipatif dalam mencari solusi permasalahan kependudukan.”

Dirinya mendukung penuh langkah BKKBN Jatim dalam menggerakkanmasyarakat mendukung program KKB. “Forum ini adalah forum yang sarat dengan moralitas dan keilmuwan. Saya sepakat jika mahasiswa turut serta dalam mensukseskan program KKB. Selain itu, sebagai civitas akademika, Perguruan Tinggi  dituntut untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, salah satunya melalui forum kependudukan ini,” ujarnya. Mahasiswa merupakan calon intelektual muda sekaligus bagian dari kaluarga, dan masyarakat. Sebagai agent of change mahasiswa dituntut mampu dan siap menghadapi dinamika yang terjadi dalam masyarakat. Demikian juga terhadap isu kependudukan, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep ‘Kependudukan’ serta ‘Pembangunan Berwawasan Kependudukan’ untuk kemudian menerapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Forum Mahasiswa Peduli Kependudukan ini nantinya diharapkan dapat menjadi sebuah forum yang menjadi bagian dari Koalisi Kependudukan dan Pembangunan. Beranggotakan mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun swasta serta dari unsur akademis lainnya. Melalui pembentukan Forum Mahasiswa Peduli Kependudukan diharap dapat menjadi lumbung pikir yang dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan kependudukan di masa mendatang

Sementara itu, Kepala BKKBN, Dr. dr. Sugiri Syarif, MPA yang pada kegiatan kali ini menjadi keynote speaker menjelaskan, saat ini komposisi penduduk Indonesia tidak menguntungkan. “Ada tiga hal yang harus diwaspadai, yaitu jumlah anak-anak usia 0-4 tahun dan 5-9 tahun yang cukup besar, jumlah remaja yang tinggi, dan lansia yang semakin banyak. Jumlah anak-anak cukup besar artinya angka kelahiran masih tinggi, sedangkan remaja yang besar berpotensi menjadi Pasangan Usia Subur yang akan menghasilkan keturunan baru, sedangkan angka harapan hidup yang semakin baik menjadikan jumlah lansia kian bertambah sehingga angka ketergantungan meningkat” ujarnya.

Hal tersebut masih ditambah dengan kuantitas penduduk yang besar, dan kualitasnya yang kurang memadai. “Saat ini penduduk Indonesia sudah mencapai 243 juta jiwa dan bertambah kurang lebih 4 juta per tahunnya. Nah, bila dibiarkan maka penduduk Indonesia bisa mencapai 1 milyar tahun 2100 nanti,” imbuhnya.

Menurut Sugiri, peluang untuk bangkit adalah tahun 2020 sampai 2030 dimana Indonesia akan memasuki Bonus Demografi, yaitu masa dimana angka ketergantungan penduduknya paling rendah, kelahiran stabil, penduduk usia muda produktivitasnya meningkat. Tinggal pembuat kebijakan yang menentukan bagaimana kebijakan selanjutnya untuk mengoptimalkan bonus demografi ini.

Selain keynote speaker Dr. dr. Sugiri Syarif, MPA, ada Dr. Hari Sugiri,MBA,M.Si, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Timur yang membahas Fenomena Kependudukan di Jawa Timur. Didukung dari Koalisi Kependudukan yaitu Prof. Dr. Koentoro, MPH,Dr.PH; Lutfi Agus Salim,SKM,M.Si; Drs. Adib, MA dan M. Solekhan Syakur, SH, M.Si. Hadir pula Deputi Pengendalian Kependudukan Dr. Wendy Hartanto, Ma dan Kepala BKKBN Jawa Timur Djuwartini, SKM, MM.

Di penghujung acara, dibacakan deklarasi dari perwakilan (Badan Eksekutif Mahasiswa) BEM UNAIR didampingi Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Koalisi Kependudukan Jatim, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Jatim serta perwakilan mahasiswa UNAIR untuk ikut peduli dan mendukung pembangunan kependudukan khususnya di Jawa Timur. (Humas/AT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *