Perwakilan BKKBN Jatim Siap Hadapi Kenaikan Peserta Vasektomi

Perwakilan BKKBN Jatim Siap Hadapi Kenaikan Peserta Vasektomi

 

Seperti yang telah diutarakan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Dr. Sugiri Syarief, MPA,  fatwa MUI yang memperbolehkan (mubah) program KB dengan metode kontrasepsi vasektomi  akan mendukung keberhasilan program KB yang digalakkan pemerintah.

‘Fatwa ini sangat menggembirakan. Dengan adanya fatwa MUI, masyarakat yang sebelumnya ragu-ragu menggunakan metode kontrasepsi vasektomi, sudah tak perlu ragu-ragu. MUI sudah membolehkan,” kata Sugiri beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Komisi fatwa MUI dalam pertemuan rutin tiga tahunan di Cipasung, Tasikmalaya, 29 Juni hingga 2 Juli 2012 lalu, telah mengeluarkan fatwa menyangkut metode kontrasepsi vasektomi tersebut. Hasilnya MUI menyatakan bahwa metode kontrasepsi vasektomi dalam program KB diperbolehkan.

MUI mengutarakan, metode kontrasepsi ini tidak sama dengan metode pemandulan. Dalam hal ini, kesuburan seorang muslim yang tadinya mengikuti metode kontrasepsi vasektomi bisa dipulihkan lagi.

Walaupun diprediksi tidak akan terjadi ledakan peserta vasektomi pasca diterbitkannya fatwa baru tentang vasektomi ini, namun menghadapi kemungkinan terjadinya hal tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur menyatakan siap, karena dokter ahli untuk melakukan vasektomi di Jawa Timur sudah cukup banyak.

“Kita siap menghadapi seandainya terjadi kenaikan peserta vasektomi sekaitan dengan fatwa MUI yang membolehkan seorang laki-laki untuk ikut KB dengan cara vasektomi” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Hj. Djuwartini, SKM, MM kepada BKKBN On Line. “Kita sudah melatih banyak dokter yang ahli melakukan vasektomi.” imbuh Djuwartini.

Sementara itu, keberhasilan pelaksanaan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional di Jawa Timur ditandai dengan Pengendalian Laju Pertumbuhan Penduduk dan tercapainya angka fertilitas total  pada level yang diinginkan. Angka Fertilitas total atau TFR adalah angka perkiraan jumlah rata-rata yang dimiliki oleh seorang wanita selama masa reproduksinya. Di Jawa Timur sudah mencapai “replacement level”, artinya setiap wanita digantikan oleh satu anak perempuannya untuk menjaga kelangsungan pergantian generasi.

“Ini sangat menggembirakan, artinya laju pertumbuhan penduduk di Jawa Timur sudah relatif stabil” ujar Djuwartini.  Hasil sensus penduduk tahun 2010 yang dilakukan Badan Pusat Statistik menyebutkan, jumlah penduduk Jawa Timur 37.476.757 jiwa, yang tersebar di 38 kabupaten/kota dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP) 0,49. (AT/Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *