Perwakilan BKKBN Jawa Timur bersama FKUB Rangkul Umat Konghucu Sukseskan Program KKB

Perwakilan BKKBN Jawa Timur bersama FKUB Rangkul Umat Konghucu Sukseskan Program KKB

Perwakilan BKKBN Jawa Timur bersama ForumKerukunanan Umat Beragama Jawa Timur menghelat Workshopdengan tema “Peningkatan Peran FKUB dalam Rangka Pembangunan Kependudukan dan KB” mengundang umat Konghuchu dari Tuban, Mojokerto, Gresik, Bojonegoro dan Surabayadi Gedung Tri Dharma, Tuban (02/10).

Ketua FKUB Jawa Timur, Drs. Hendro Siswantoro, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Workhshop ini merupakan event pertama yang merupakan hasil garapan Perwakilan BKKBN Jatim dan FKUB di wilayah Tuban yangmerupakan tindak lanjut dari MOU antara Perwakilan BKKBN Jatim dan  FKUB Jatimuntuk mendukung program Kependudukan dan Keluarga Berencana dalam menekan laju pertumbuhan penduduk.  “Kami ingin menyapa, membina dan mengajak warga Tuban, khususnya komunitas Konghucu dan komunitas lainnya untuk bersama – sama ikut mendukung dan peduli pada program pemerintah khususnya program KKB.”

Workshop yang dibuka oleh Sekwilda Tuban, Drs. Sisworo mewakili Bupati Tuban inidihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Ibu Djuwartini SKM, MM, Pengurus FKUB Jatim, Tokoh MUI Jatim, Nahdatul Ulama Jatim, Pimpinan Umat Katolik, Kristen, Hindu, Budha, serta 150 umat Konghuchu dari 5 Kabupaten/ Kota di Jawa Timur.

Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Jatim, Leo Pramono mengapresiasi dengan baik atas diadakannya workshop ini sebagai wujud partisipasi dan sinergi yang positif umat Konghucu dengan pemerintah untuk Ikut aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta mensukseskan program KKB. “Warga kami sudah melakukan program KB secara mandiri. Kami sadar menciptakan keluarga kecil bahagia sejahtera merupakan kewajiban yang harus dijalankan.” Imbuh Ketua MATAKIN Jatim yang saat ini tercatat mempunyai anggota lebih dari 10.000 orangtersebut.

Sedangkan Ketua Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Ibu Djuwartini, SKM, MM dalam sambutannya menyatakan bahwa program KB yang sudah berjalan selama 40 tahun initelah mampu mencegah jumlah kelahiran sebanyak 100 juta sehingga penduduk Indonesia sekarang sejumlah 237,6 juta jiwa. Sedangkan untuk Provinsi Jawa Timur sendiri, selama 40 tahun program KB ini mampu mencegah kelahiran kurang lebih sebanyak 28 juta jiwa.

Beliau berharap melalui kegiatan ini komunitas Tionghoa dapat meningkatkan kembali gotong royong, kebersamaan dan silaturahmi yang sedikit luntur agar kembali dapat salingmelengkapi dan berkembang bersama masyarakat untuk membangun wilayah Tuban khususnya serta agar segera dapat dirintis kegiatan serupa di kabupaten dan kota lainnya di Jawa Timur.

Terakhir, beliau menambahkan 4 langkah penting mensukseskan program KKB di Jawa Timur yaitu dengan menggarap Unmetneed yang masih cukup tinggi sejumlah kurang lebih 1 juta pasangan usia subur yang ingin ber KB tetapi belum terlayani. Kedua, dengan pendewasaan usia kawin pertama (PUP) sesuai dengan program “GENRE”, generasi berencana. Hal ini dikarenakan masih rendahnya usia kawin pertama wanita yaitu rata-rata pada usia 18 tahun. Diharapkan usia kawin pertama wanita akan naik pada usia 21 tahun.Langkah ketiga adalah dengan menyiapkan keluarga yang lebih berkualitas melaluikegiatan Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia. Dankeempat, melalui Pemberdayaan Ekonomi Keluarga. Keempat langkah tersebut diharapkan dapat mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang berkualitas.

Workshop menampilkan 4 orang narasumber yaitu Prof, dr. Kuntoro, M.Ph, DRPH sebagai ketua Koalisi Kependudukan Jawa Timur yang menyampaikan materi dengan judul Peran Koalisi Kependudukan dalam Pembanguan berwawasan kependudukan; Ketua FKUB  Jatim Drs. H. Endro Siswantoro, M.Si menyajikan materi Peran FKUB dalamUpaya Mendukung Percepatan Pencapaian Program KKB di Jawa Timur; Lutfi Agus Salim, SKM, M.Si dengan materinya Tantangan Dan Peluang Kemitraan Program KKB di Jawa Timur; sedang hasil penelitian Kesertaan Ber – KB Etnis Cina dalam disampaikan oleh Dra. Iswari Hariastuti, M.Kes. Sebagai moderator adalah dr. Phillip K. Wijaya dan Drs. H. Abdul Hadi.

Selain Workshop, tidak ketinggalan diadakan pelayanan KB Gratis untuk IUD dan Implan. Tercatat sejumlah 45 akseptor berhasil  dilayani  dalam pelayanan tersebut masing – masing 5 akseptor untuk pelayanan KB IUD dan 40 akseptor untuk pelayanan KB Implan. Pelayanan KB  gratis ini  didukung oleh Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Tuban yang mengerahkan 13 bidan dan 7 wakil bidan. (Humas/ AT)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *